JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Penurunan indeks harga kelompok bahan makanan di kota Balikpapan menjadikan laju inflasi di bulan Agustus mengalami penurunan atau deflasi 0,18 persen. Deflasi pada bulan Agustus dinilai normal setelah bulan-bulan sebelumnya Balikpapan mengalami inflasi.


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani menjelaskan, selama Agustus, tidak ada momentum besar yang menimbulkan peningkatan permintaan dan daya beli masyarakat. Kelompok bahan makanan yang biasanya menyumbang andil pada laju inflasi, malah mengalami penurunan indeks harga.

"Kondisi ini normal bukan karena daya beli masyarakat menurun. Namun permintaan dan daya beli masyarakat kembali normal karena tidak ada momentum perayaan hari-hari besar," jelasnya Jumat, (2/9/2016).

Suharman menegaskan, menurunnya indeks harga kelompok bahan makanan tak ada kaitannya dengan permintaan masyarakat yang menurun. Hal ini karena  pasokan dan permintaan pasar di Balikpapan, dalam keadaan normal-normal saja.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga selama Agustus yakni kelompok kesehatan, sebesar 1,21 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,07 persen. Namun, kenaikan indeks harga pada dua kelompok ini tertutupi oleh penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan.

"Perkiraan pada bulan September akan terjadi inflasi namun tak setinggi seperti idul Fitri lalu," tandasnya.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: