MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Minimnya lapangan kerja bukanlah sesuatu hal yang dapat menjadi penghambat untuk bisa mendapatkan sebuah penghasilan ditangan kreatif. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Moh. Suhdi, warga Desa Dasuk Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang memanfaatkan tanaman liar menjadi salah satu sumber penghasilan.

Dengan memiliki bekal pengetahuan mengenai kandungan berbagai macam tanaman, lelaki lulusan fakultas pertanian di salah satu universitas daerah ujung timur Pulau Madura ini mampu membuat inovasi tanaman Pegagan (tanaman menjalar di atas tanah yang daunnya dapat dimakan) menjadi minuman sehat. 

“Usaha ini terbangun dengan inisiatif diri saya sendiri ketika melihat potensi tanaman Pegagan itu sangat penting untuk dikembangkan. Sebab minimnya peluang kerja di daerah ini saya bisa menciptakan serta memperkenalkan tanaman liar bermanfaat ini kepada lingkungan dan masyarakat,” kata Moh. Suhdi (30) yang memproduksi minuman serbuk Pegagan di Desa Dasuk Barat, Kecamatan Dasuk, Minggu (18/9/2016).

Disebutkan, bahwa tanaman itu sangat baik dan penting dalam kehidupan untuk tidak lagi ketergantungan terhadap minuman yang mengandung bahan-bahan kimia. Sebab usaha yang ia produksi dari tanaman liar tanpa tercampur sedikitpun bahan kimia, sehingga ketika dikonsumsi secara berkelanjutan akan semakin baik bagi kesehatan, karena semua bahan hingga proses pembuatannya masih alami dan tradisional.

“Maka dengan minimnya lapangan kerja ini menuntut kita bisa berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan usaha sendiri. Jadi saya melihat peluang ini sangat bagus, akhirnya memulai memproduksi Pegagan dalam bentuk serbuk yang dikemas lebih instan dan mudah digunakan,” jelasnya.

Tetapi untuk memulai usahanya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, mengingat hal bukanlan bahan kebutuhan pokok yang seringkali dibutuhkan oleh masyarakat. Tetapi itu merupakan sebuah tanaman liar yang seakan-akan tidak bermanfaat, sehingga dalam perjalanan usahanya itu harus ekstra kuat dan berusaha keras agar bagaimana usaha itu bisa dikenal oleh dan diterima oleh masyarakat luas.

“Jadi kepercayaan diri dipertaruhkan supaya usaha ini bisa diterima oleh masyarakat. Alhasil banyak warga yang minat terhadap produk yang saya produksi, karena harganya hanya Rp.15.000 setiap kemasan berisi serbuk Pegagan seberat 70 Gram, itu kan tinggal mencampur dengan air hangat sudah siap diminum,” terangnya.

Pengolahan tanaman Pegagan untuk dijadikan minuman sangatlah sederhana, ia hanya mengeringkan daun itu kemudian menumbuk hingga halus, ketika sudah halus, daun yang sudah ditumbuk diayang dengan kain berlubang agar terpilah daun kasar dan yang halus. Setelah itu yang paling halus dikemas dengan plastik untuk dijual kepada para konsumen.

Sedangkan manfaat  daun Pegagan dipercaya bisa meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, sehingga bisa dapat mencegah varises dan salah urat. Selain itu juga dapat meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh serta menurunkan gejala stres dan depresi. 
[M. Fahrul]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: