SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

PONOROGO---Menjelang Hari Raya Idhul Adha pada tanggal 12 September 2016 mendatang, pedagang hewan kurban harus bersiap diri, tanpa kecuali pedagang hewan kurban di Ponorogo, Maiful (45 tahun), warga Jalan Anjani Kecamatan Jenes. Maiful membuat inovasi dengan membuka salon kambing.



Maiful menyatakan kambing yang ia pelihara terjamin kebersihan dan kesehatannya. Terutama bau kambing yang khas bisa terganti dengan bau harum. Perawatan yang dilakukan Maiful pun tak tanggung-tanggung. Mulai dari dimandikan, dikeramasi hingga disisir.

"Namanya saja salon kambing, jadi seperti salon pada umumnya. Kambing disini berbeda, baik bau, kesehatan dan kebersihannya," jelasnya saat ditemui Cendana News di lokasi Salon Kambing miliknya, Selasa (6/9/2016).

Selain perawatan fisik, asupan makanan pun diatur. Jika kambing biasanya diberi makan rumput diganti dengan daun mangga agar kambing tidak bau. Kambing yang dijual pun harganya bersaing mulai dari Rp 2 hingga 3 juta per ekor. Harga tersebut tidak mengalami kenaikan meskipun pembeli meminta Maiful mengantarkan kambing ke rumah pembeli. 

"Kambing pun diberi ramuan khusus yang terdiri dari vitamin, dedak dan anti bakteri. Tujuannya untuk membebaskan kambing dari bau," ujarnya.

Alumnus sekolah agama tersebut  mengatakan kambing bersih tujuannya memenuhi syariat Islam dalam berkurban. "Kambing yang sehat dan bersih tentu jadi poin penting kami," tandasnya.



Maiful mengisahkan, awal berdirinya salon kambing miliknya pada tahun 2002, dirinya berniat jualan kambing untuk hewan kurban. Saat itu dirinya hanya memiliki dua ekor kambing dan ditempatkan seadanya dan beralaskan tanah.

"Kambingnya tidak stres tapi saya yang stres. Kambing tidak laku-laku padahal sudah H-2 lebaran Idul Adha," cakapnya.

Setelah itu ada tetangga yang menyarankan untuk membuat kandang khusus kambing dan dibuat kotak-kotak masing-masing diisi satu kambing. Tak hanya itu, dirinya pun membuat ramuan khusus.

"Terus ada pembeli yang minta supaya kambingnya dibersihkan supaya harum, alhasil muncul ide membuka salon kambing," tukasnya.

Tak hanya menyiapkan untuk hewan kurban saja, Maiful juga mau merawat kambing milik peternak lain untuk mendapatkan fasilitas salon dengan tarif Rp 25 ribu per ekor.

Selama 14 tahun menjadi penjual hewan kurban. Maiful mengaku lebih mudah memandikan domba daripada kambing Jawa. "Kambing Jawa lebih lincah dan takut air, kalau dimandikan biasanya agak susah," pungkasnya. (Charolin Pebrianti).
Bagikan:

Redaksi Cendana News

Berikan Komentar: