KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA – Ratusan warga Desa Laton Liwo yang sejak pagi pukul 09.00 WITA sudah menanti di depan jalan masuk menuju kantor desa seakan terbayar saat rombongan tiba di depan kantor desa Rabu (28/9/2016) sekitar pukul 10.00 WITA.

Ketiga mantan korban penyanderaan menangis saat berpelukan dengan Kades Laton Liwo, Gaspar Balik Belaja
Saat penyambutan di depan jalan menuju desa, kepala desa Laton Liwo, Gaspar Balik Belaja yang sudah menanti segera merangkul dan berpelukan dengan satu persatu korban penyanderaan seraya meneteskan air mata.

Hal serupa juga terjadi saat rombongan bupati Flotim dan ketiga korban penyanderaan Abu Sayaf tiba di depan jalan masuk menuju kantor desa tempat berlangsungnya ritual adat. Kerumunan warga yang memadati kedua sisi jalan menuju kantor desa terlihat meneteskan air mata.

Saat ketiga korban penyanderaan masuk ke kantor desa, ketiganya sudah disambut istri dan anak masing-masing dengan pelukan. Tangisan pun pecah di dalam ruangan aula kantor desa saat seluruh anggota keluarga diberikan waktu mengucapkan selamat datang kepada ketiga warga desa mereka.

Warga yang memadati jalan menuju kantor desa Laton Liwo menyaksikan acara penjemputan ketiga warga mereka yang selama ini disandera
“Kami sangat terharu, tak disangka ketiga saudara kami yang sudah sebulan lebih disandera teroris bisa bebas dan kembali ke kampung halaman kami. Rasa syukur ini harus dirayakan” ujar Gaspar selaku kepala desa.

Tangisan juga pecah saat keluarga korban penyanderaan berpelukan dengan bupati Flotim, Emanuel Kara,SH yang memimpin rombongan pemerintah mengantar ketiga sandera ke Laton Liwo, kampung halaman mereka.

Kepada Cendana News, istri Emanuel Arakian Maran korban penyanderaan yakni Yasinta Pusaka Koten mengaku sangat terharu dan bersyukur bisa kembali bertemu bersama sang suami setelah sebelumnya sempat syok mendengar sang suami ditawan teroris Abu Sayaf di Philipina.

“Saya bersyukur bisa kembali ketemu suami saya. Ia orangnya sangat pendiam dan saya sangat khawatir sekali setelah mendengar kabar dirinya ditahan” tuturnya menahan tangis.

Murid SMPN 2 Tanjung Bunga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo lewat tulisan
Hal senada juga disampaikan Lukas Liku Koten (14) pelajar kelas 2 SMPN 2 Tanjung Bunga yang juga putra dari Theodorus Kopong Koten salah seorang korban penyanderaan. Lukas mengaku senang bisa berjumpa kembali dengan ayahnya yang sudah hampir setahun merantau ke Malaysia.

“Saya senang bapak sudah kembali ke keluarga dengan selamat.Terima kasih kepada bapak-bapak dari pemerintah yang sudah menyelamatkan bapak saya” ungkapnya haru.

Ditambahkan Lukas, dirinya atas inisiatif para guru dan teman-teman sekelas membuat tulisan dari kertas folio putih dengan huruf-huruf yang dirangkaikan menjadi sebuah kalimat ucapan terima kasih kepada presiden RI Joko Widodo.

“Kami sangat berterima kasih sebab Presiden Jokowi sudah membebaskan orang tua dan paman kami yang disandera teroris,” tuturnya.

Disaksikan Cendana News, semua masyarakat terlihat memadati aula kantor desa dan berdiri di sekitar kantor desa untuk melihat secara dekat kondisi ketiga warga mereka yang selama ini disandera.

Acara di kantor desa ditutup dengan ramah tamah dan santap siang bersama yang disediakan keluarga ketiga korban bagi rombongan pemerintah daerah dan aparat Polres Flotim yang hadir menghantar ketiga anggota keluarga mereka kembali ke Laton Liwo.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: