RABU, 28 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah penyangga pangan nasional, melalui berbagai tanaman pertanian dihasilkan, terutama beras dan beberapa jenis produksi pertanian lain termasuk buah-buahan.


"Sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional dengan hampir sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian, sektor pertanian akan jadi prioritas utama dalam program pembangunan dijalankan Pemda NTB" kata Wakil Gubernur NTB di acara Open House Inovasi Teknologi Pertanian di Mataram, Rabu (28/9/2016).

Ia mengatakan, NTB menargetkan akan menghasilkan sekitar 2,5 juta ton padi per-tahun untuk mendukung NTB sebagai daerah penyangga pangan nasional dan memang terbukti NTB selalu surplus gabah maupun beras.

Hanya saja, kata Amin yang perlu terus didorong, bagaimana harga gabah petani bisa tetap dibeli dengan harga pokok pembelian (HPP) bahkan kalau bisa lebih oleh Bulog, supaya masyarakat bisa menikmati kesejahteraan dari hasil pertanian.

"Secara produksi, hasil pertanian dalam beberapa tahun, NTB selalu surplus dan tidak ada persoalan, tapai masalah harga justru masih sering jadi kendala termasuk impor" ujarnya.

Amin menambahkan hasil pertanian lain tidak kalan menjanjikan adalah jagung dan mudahan saja dengan adanya Pepres tentang ketentuan harga jagung petani harus dibeli dengan harga minimal 3.300 diharapkan bisa berdampak positif bagi prekonomian petani.

Harga jagung di NTB saat ini berkisar di angka Rp. 3.150 sampai 3.500 perkilogram dari harga sebelumnya sekitar 1.500 per-kg. Ini artinya, petani jagung saat ini bisa lebih leluasa mengelola hasil produksinya dalam menopang perekonomian keluarga.

“Dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah, petani jagung bisa perbaiki kondisi ekonomi keluarga” pungkasnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: