SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

ENDE---Masyarakat Kabupaten Ende khususnya yang berdiam di 20 Desa Penyanggah kawasan Taman Nasional Kelimutu perlu merubah kebuasaan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik.

Pelatihan daur ulang sampah di Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko.
Sampah yang menumpuk di pinggir jalan maupun di sekitar kawasan wisata Danau Kelimutu bisa membuat wisatawan khususnya wisatawan asing malas berkunjung.

“Kami selalu menghimbau masyarakat agar merubah perilaku dan kebiasaan membuang sampah sembarangan,’ ujar Gaspar D.Kozi.

Saat ditemui Cendana News di Desa Detusoko Barat, Senin (5/9/2016) Gaspar selaku kepala seksi kebersihan dan pengelolahan sampah kantor Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Ende ini menyesalkan perilaku tersebut..

Dikatakan Gaspar, pihaknya selalu turun ke Kecamatan Detusoko dan Kelimutu memberikan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah kepada masyarakat. Dengan kegiatan ini perilaku masyarakat diharapkan bisa berubah.

“Memang masih ada warga yang masa bodoh namun kami tetap memberikan pemahaman sebab hal ini penting agar masyarakat bisa menyadari bahwa bila ingin pariwisata berkembang maka kebiasaan buruk harus dirubah,” tegasnya.

Pelatihan daur ulang sampah di Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko
Untuk mengatasi persoalan sampah, sebut Gaspar, kantornya menggandeng pihak desa membuat tempat pembuangan sampah terpadu dan meletakan bak penampung sampah di beberapa lokasi keramaian seperti  Terminal Detusoko dan di Moni.

Selain itu, pihaknya juga melatih masyarakat agar memanfaatkan sampah plastik yang ada untuk dijadikan aneka kerajinan tangan. Dengan demikian masyarakat bisa mendapatkan uang dari menjual kerajinan tangan berbahan baku sampah.

“Kami selalu melatih kelompok masyarakat selain mengolah sampah plastik juga memanfaatkan sampah organik untuk dijadikan pupuk,” terangnya.

Dengan pelatihan ini secara tidak langsung warga akan mengumpulkan sampah plastik yang dibuang untuk dijadikan kerajinan. Hal ini efektif menekan jumlah volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah.

Gaspar menjelaskan, kantor Pertamanan dan Kebersihan pun selama ini fokus mengajarkan masyarakat di 7 kelurahan di dalam Kota Ende mulai memberikan pelatihan daur ulang sampah di wilayah penyangga Taman Nasional Kelimutu.

“Masyarakat bisa mengumpulkan sampah dan akan kami ambil untuk dijual di Bank Sampah Ende milik kantor kami. Dengan demikian masyarakat paham ternyata sampah bisa menjadi uang,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Maria Fatima Mega Thei staff di kantor Pertamanan dan Kebersihan yang ditemui sedang memberikan pelatihan daur ulang sampah di Detusoko Barat.

Menurutnya,masyarakat setelah mendapat pelatihan daur ulang merasa paham ternyata sampah yang selama ini dibuang bisa menghasilkan uang dan diolah menjadi berbagai barang serta pupuk.

“Mereka sangat antusias belajar membuat berbagai produk dari sampah plastik dan rata-rata banyak yang setelah pelatihan menerapkannya di rumah dan menularkannya ke para pelajar di sekolah,” pungkasnya. 

(Ebed de Rosary)


Bagikan:

Redaksi Cendana News

Berikan Komentar: