SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku sama sekali tidak gentar, meski sebelumnya mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyala M. Mattalitti pernah memenangkan persidangan pra peradilan. 


Jaksa berencana akan mendakwa La Nyalla M. Mattalitti yang diduga melanggar 2 Pasal, yaitu dakwaan primer dan sekunder, yaitu Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). La Nyalla diduga kuat melakukan tindakan korupsi penyalahgunaan dana hibah Kadin Jawa Timur senilai 5,3 miliar Rupiah.

Jaksa I Made Suarnawan mengatakan, terdakwa La Nyalla M. Mattalitti telah terbukti melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan merugikan negara senilai 1.105.557.500 Rupiah dari sebagian dana hibah Kadin dengan total senilai 5,3 miliar Rupiah.

"Dimana seharusnya dana hibah tersebut harusnya dipergunakan dengan semestinya" katanya pada saat membacakan dakwaan terhadap terdakwa La Nyalla M. Mattalitti di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin sore (5/9/2016).



"Pada tanggal 11 Juli 2012, saudara La Nyalla M. Mattalitti juga terbukti telah mencairkan dana hibah senilai 5.359.479.150 Rupiah untuk membeli Initial Public Offering (IPO) atau saham Bank Jatim sebanyak 12.340.500 lembar saham, kemudian seluruh saham tersebut dijual kembali dengan harga lebih tinggi ke Kadin Jawa Timur dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga negara dirugikan sekitar 1 miliar Rupiah" kata  I Made Suarnawan kepada wartawan.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: