SENIN, 19 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Dalam pelaksanaan persidangan lanjutan episode ke 22 terkait dengan kasus perkara "Kopi Sianida" dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat mempersalahkan keabsahan terkait dengan seputar keterangan dan kesimpulan yang sempat dikemukakan oleh seorang saksi ahli psikologi dari Universitas Indonesia (UI) yaitu Dewi Tofiana.

Psikolog Dewi Tofiana saat bersaksi dalam persidangan Kopi Sianida
Saksi ahli Psikologi Dewi Tofiana sebelumnya diketahui memang sengaja dihadirkan oleh kuasa hukum sekaligus pengacara terdakwa untuk meringankan Jessica Kumala Wongso dalam persidangan lanjutan yang digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin pagi (19/9/2016).

Setelah sekitar 1 jam lamanya mendengarkan keterangan dan pemaparan dari Psikolog Dewi Tofiana terkait dengan kesimpulan dan pendapatnya dalam persidangan, kemudian seorang anggota JPU giliran bertanya kepada saksi ahli psikologi "apakah saudara saksi ahli psikologi sebelumnya pernah melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan atau psikologis secara langsung kepada terdakwa Jessica ? Apakah saudara sebelumnya pernah bertemu Jessica ?" ujarnya.

Psikolog Dewi Tofiana pun menjawab pertanyaan salah satu anggota JPU tersebut "saya sama sekali tidak pernah melakukan pemeriksaan terkait dengan kondisi kondisi kejiwaan atau psikologis Jessica dan saya sebelumnya juga tidak pernah bertemu Jessica secara langsung, saya baru melihat Jessica untuk pertama kalinya di ruangan persidangan" katanya didepan Majelis Hakim dalam persidangan di Gedung PN Jakarta Pusat, Senin siang (19/9/2016).

Anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan Kopi Sianida
"Ternyata saudara saksi mengatakan tidak pernah terlibat secara langsung dalam pemeriksaan terdakwa Jessica, lalu mengapa kemudian saudara saksi berani menyimpulkan dan berpendapat terkait dengan kondisi kejiwaan terdakwa, padahal kenyataannya saudara saksi hanya mengamati atau mempelajari hasil pemeriksaan terdakwa hanya berdasarkan data-data yang diberikan oleh tim kuasa hukum sekaligus pengacara Jessica" kata seorang anggota JPU dalam persidangan Kopi Sianida.

Pantauan Cendana News langsung dari ruangan persidangan PN Jakarta Pusat, sempat terjadi perdebatan sengit dan adu argumen antara JPU dengan kuasa hukum sekaligus pengacara Jessica terkait dengan sah atau tidaknya keterangan dan kesimpulan saksi ahli tersebut. Namun perdebatan tidak sampai berlarut-larut, setelah Ketua Majelis Hakim Kisworo S.H. Berhasil menenangkan kedua kubu tersebut.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: