KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Persidangan ke-17 terkait kasus perkara "Kopi Sianida" yang mengakibatkan meninggalnya I Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso kembali digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).


Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kali ini menghadirkan dua orang saksi. Saksi pertama adalah seorang anggota kepolisian Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, orang tersebut sempat memindahkan sisa minuman Es Kopi Vietnam yang sebelumnya sempat diminum oleh Wayan Mirna ke dalam botol pada saat itu untuk alasan kepentingan penyelidikan di Kafe Olivier, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tanggal 6 Januari 2016 yang lalu.

Sedangkan saksi kedua adalah seorang perempuan yang berjalan sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah kediaman Jessica Kumala Wongso. Belakangan diketahui bahwa Jessica sempat menyuruh pembantunya tersebut untuk membuang celana panjang yang sebelumnya sempat dipakai Jessica pada saat minum kopi bareng di Kafe Oliver, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ardito Muwardi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan "kami sebenarnya ingin sebanyak mungkin bisa menghadirkan saksi-saksi kunci, namun karena ada kendala dan keterbatasan waktu, maka mempersingkat waktu, maka kami tidak punya pilihan lain kecuali menghadirkan saksi ahli dalam persidangan Jessica" katanya di PN Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).

"Kami sebenarnya tidak pernah menganggap bahwa keterangan saksi ahli lebih baik daripada kesaksian saksi yang bukan ahli, namun kadang-kadang keterangan dan pendapat saksi ahli sangat diperlukan untuk mendukung fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi, saksi ahli yang secara umum kalau dilihat dari disiplin keilmuan maupun pengalamannya menurut kami sangat efektif dihadirkan dalam persidangan yang sangat rumit dan kompleks" demikian dikatakan Ardito Muwardi kepada wartawan di Jakarta.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: