KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

JAYAPURA --- Ingin menunjukkan kepada dunia bahwa membatik satu kegiatan seni yang dapat mengasah kesabaran dan kepercayaan diri, bocah ini rela membatik tiga hari berturut-turut. Janwar Taime, bocah usia sepuluh tahun ini rela menghabiskan waktu bermainnya untuk mengasah talenta seni lukisnya di sebuah Galeri Batik khas Sentani karya Putri Dobonsolo di Sentani, Kabupaten Jayapura.


"Saya ingin pintar membatik, kalau mau pintar, berarti saya harus belajar ke tanta (tante) dan nene (nenek) di tempat batik ini (galeri batik khas sentani)," kata siswa kelas 5 di SD Negeri Abeyale, Sentani, (29/9).

Dengan penuh konsentrasi bocah murah senyum dan hitam manis itu menggerakkan tanggannya menulis pola motif khas suku-suku di Sentani tersebut. Tak jarang anak dari pasangan Fred Taime dan Sarlota Kopeuw ini sesekali menyeka keringatnya disaat ruangan yang agak panas tersebut menyelimuti tubuhnya.

"Ini lagi buat pola diatas kain, kalau sudah selesai langsung di canting sesuai pola," tutur anak tertua dari tiga bersaudara.

Awalnya, Janwar yang gemar melukis di atas kertas ini sempat kaku saat menulis pola di atas kain. Namun, dengan niat dan ketekatan dirinya itulah, rasa gugup dan kaku menjadi lentur juga semakin lembut. 

"Saya canting di kertas agak susah dan kaku, saat di kain agak mudah. Saya sudah mencoba mencanting, pertama takut-takut, setelah coba terus menerus, mulai lancar," ujar bocah hitam manis itu.

Dengan tekad belajar membatik itulah, instruktur pembatik Mariana Ibo Polanda mengaku tak ada kendala saat melatih bocah lincah Janwa itu. Dirinya sangat bangga ada anak laki-laki asli Papua mempunyai tekad kuasai cara membatik dengan baik.

"Namanya membatik ini proses untuk anak Papua, memang agak sulit. Tapi janwar tidak sulit diajar," diungkapkan Maria.

Ia mengaku bocah 10 tahun itu memiliki bakat yang luar biasa, selain pintar dalam hal pelajaran di sekolahnya. Bocah ini memiliki talenta yang jarang dimiliki bocah seusianya. 

"Dasarnya anak ini suka menggambar dan melukis. Tinggal diterapkan melukis di atas kain, seperti membuat pola, mencanting dan pewarnaan. Seperti biasanya proses membatik," ujarnya.

Pembatik bocah ini, rencananya mengikuti satu perlombaan seni lukis di Ibukota Jakarta dan siap menunjukkan karya asli Papua untuk mengharumkan Bumi Cenderawasih.
[Indrayadi T Hatta]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: