JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

BALI --- Menjelang perayaan Idhul Adha 1437 H, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kota Denpasar akan melakukan pemeriksaan ante mortem (pemeriksaan sebelum kematian hewan) dan post mortem (pemeriksaan setelah kematian hewan) kurban disejumlah penjual-penjual sapi dan kambing yang tersebar di Kota Denpasar.


Hingga kemarin, Disnakanlut mencatat sebanyak 149 tempat pemotongan hewan yang tersebar di berbagai masjid dan mushola. “Pemeriksaan kesehatan ante mortem (sebelum hewan disembelih) telah berlangsung sejak Kamis lalu, dan kembali dilakukan Jumat ini. Selanjutnya pada Senin usai penyembelihan akan dilakukan pemeriksaan post mortem (setelah daging dipotong),” jelas Kadisnakanlut Kota Denpasar Ir AAG Bayu Brahmasta, Jumat 9 September 2016.

Pemeriksaan post mortem, kata Bayu Brahmasta akan menyasar  masjid, mushola serta tempat-tempat yang dipusatkan sebagai pemotongan hewan kurban di Denpasar.

“Sebanyak 139 petugas kesehatan dari dinas, dibantu dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unud akan menyebar ke sejumlah masjid,” jelasnya.

Setelah penyembelihan selesai, semua bagian daging dan organ-organ dilihat apakah ada perubahan warna, bau, tekstur dan konsistensinya. “Pada hewan kurban, bagian-bagian yang diutamakan untuk diperiksa post mortem adalah kepala, hati, paru-paru, jantung, limpa dan daging. Pemeriksaan post mortem ini penting dilakukan untuk memeriksa kelayakan konsumsi serta untuk memastikan tidak ada penyakit yang akan ditularkan ke manusia yang akan mengkonsumsinya,” tegas Bayu Brahmasta.

Sementara dari pemeriksaan ante mortem yang dilakukan ke sejumlah pedagang ternak kurban, tidak menemukan hewan-hewan kurban yang sakit.

“Sejauh ini, belum ada ditemukan hewan yang sakit. Mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya.

Bayu Brahmasta mengimbau untuk warga Kota Denpasar yang hendak membeli atau menerima daging kurban harus tetap teliti supaya tidak mendapatkan daging yang tidak sehat. Momen Idul Adha biasanya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat, salah satunya dengan menjual daging sapi gelondongan.

“Masyarakat harus tetap waspada, jangan membeli daging yang warnanya pucat. Pilih daging yang segar. Sejauh ini kami tidak temukan adanya daging gelondongan di Denpasar, kami juga rutin melakukan pengecekan daging dari luar Denpasar," pungkasnya.
(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: