JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Lalulintas media pembawa organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK) antar pulau melalui Pelabuhan Bakauheni dari beberapa wilayah di Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa terus mengalami kenaikan volume jelang hari raya Idhul Adha. Dari pantauan peningkatan volume lalulintas media pembawa OPTK/HPHK tersebut terpantau dari jumlah pengiriman beberapa komoditas pertanian dan hewan yang tercatat di kantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandar Lampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni.


Penanggungjawab kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni, Drh. Azhar kepada Cendana News menerangkan peningkatan lalulintas komoditas pertanian khususnya media pembawa berupa hewan terpantau mengalami kenaikan signifikan jelang hari raya Idul Adha 2016 (1437 H) terutama jenis hewan kambing dan sapi.

“Peningkatan signifikan pengiriman media pembawa khususnya HPHK terlihat karena tentunya mengikuti jumlah kebutuhan dan permintaan akan hewan ternak jenis kambing dan sapi yang akan digunakan untuk Idhul Adha tahun ini” terang penanggungjawab BKP Wilker Pelabuhan Bakauheni Drh.Azhar saat dikonfirmasi media Cendana News, Jumat pagi (2/9/2016)

Ia bahkan menuturkan pengiriman media pembawa jenis hewan mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan hari biasa dengan banyaknya kendaraan pengangkut hewan jenis kambing dan sapi dibandingkan hari biasa. Beberapa pengirim yang berasal dari wilayah Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pringsewu dan beberapa provinsi di Pulau Sumatera bahkan melakukan pengiriman tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan hari biasa.


Faktor permintaan akan hewan ternak dari wilayah Pulau Sumatera untuk dijual kembali di Pulau Jawa diduga menjadi salah satu penyebab pengiriman ternak meningkat. Selain itu Drh.Azhar mengungkapkan pengurusan dokumen karantina yang cepat dilayani dan mudah dengan biaya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dikenakan pada media pembawa yang cukup murah membuat pengiriman hewan ternak meningkat.

Ia bahkan mengungkapkan PNBP media pembawa jenis ternak tidak lebih dari Rp100ribu dan sangat murah dibandingkan harga jual media pembawa semisal hewan kambing yang dilalulintaskan bisa mencapai kisaran harga Rp2juta perekor dan atau sapi dengan harga Rp18juta-Rp20juta perekor.

Beberapa pengusaha ternak dan jasa ekspedisi pengiriman ternak bahkan mengirim sebanyak 20 ekor sapi perhari pada hari biasa selama sepekan dan sebanyak 30 ekor ternak kambing selama sepekan. Namun jelang Idul Adha pengiriman dengan volume yang sama namun menambah jumlah kendaraan pengangkut memenuhi banyaknya permintaan ternak sapi dan kambing di Pulau Jawa.

Kenaikan permintaan pasar jelang hari Raya Idul Adha diakui Azhar tidak lantas membuat petugas BKP wilker Pelabuhan Bakauheni lengah dan terus meningkatkan pengawasan terkait kelengkapan dokumen karantina. Terlebih kebutuhan akan daging jelang dan saat Idul Adha karantina mewaspadai pengiriman komoditas media pembawa yang tanpa disertai dokumen yang dipersyaratkan diantaranya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), surat izin pengeluaran dari dinas peternakan wilayah asal dan surat izin pemasukan dari wilayah tujuan. Karantina juga mewaspadai perlalulintasan daging celeng ilegal yang dilalulintaskan dengan cara disembunyikan dalam modus pengiriman barang non karantina.

Selain media HPHK jumlah pengeluaran dan pemasukan media pembawa OPTK juga mengalami kenaikan diantaranya bawang merah,bawang putih dan komoditas pertanian lainnya. Meningkatnya jumlah komoditi pertanian atau media pembawa yang masuk dan keluar dari Pulau Sumatera terus dipantau oleh petugas karantina.

Keterbatasan petugas diakui Azhar tidak melemahkan pengawasan masuk dan keluarnya media pembawa HPHK/OPTK yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Bakauheni dan terus berkoordinasi dengan BKP wilayah kerja Cilegon Banten. Beberapa petugas bahkan disiagakan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, kantor jaga  Jalan Lintas Timur dan kantor BKP Jalan Lintas Sumatera. Selain melakukan tugas sesuai fungsi pokoknya BKP juga melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian yang berjaga di pintu masuk pelabuhan Bakauheni untuk memeriksa media pembawa HPHK/OPTK baik kelengkapan dokumen maupun persyaratan karantina lainnya.


Upaya memperketat pengawasan media pembawa menurut Azhar mengacu pada Undang Undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan,ikan dan tumbuhan. Mengacu pada undang undang tersebut Azhar berharap pelaku bisnis distribusi media pembawa dan komoditas pertanian melengkapi dokumen yang dipersyaratkan karantina selain dokumen lain sebelum melakukan perlalulintasan antar pulau.

Berbeda dengan peningkatan pengiriman media pembawa HPHK/OPTK yang tercatat oleh BKP Wilker Bakauheni. Penurunan pengiriman media pembawa komoditas perikanan pada karantina ikan justru mengalami penurunan sebesar 20 persen dibandingkan hari biasa. Menurut Catur S Udiyanto selaku kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung mengungkapkan pengiriman media pembawa jenis komoditas ikan menurun dengan beberapa faktor penyebab.

“Selain saat ini beberapa lahan pertambakan belum memasuki masa panen jumlah permintaan akan ikan masih turun dan hasil tangkapan juga turun” terang Catur.

Berdasarkan data karantina ikan Bakauheni komoditas perikanan yang selama ini dilalulintaskan diantaranya jenis udang Vannamei, Ikan Bandeng, Ikan Cakalang, Ikan Tuna, Ikan Asin, Ikan Gurame, Ikan Patin, Rajungan dan beberapa jenis komoditi perikanan lainnya.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: