MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Momentum hari raya kurban, tidak hanya menjadi berkah bagi para pedagang hewan kurban. Namun, juga memberi berkah tersendiri bagi para pande atau pandai besi atau pengrajin benda tajam untuk keperluan menyembelih hewan. Menjelang hari raya kurban ini, para pande besi kebanjiran pesanan membuat pisau beragam ukuran. 

Antrian panjang di bengkel Daliman
Salah satu pande besi di Dusun Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daliman (39), hingga hari minus satu lebaran kurban ini masih disibukkan dengan pesanan membuat pisau, bendo atau golok dan beragam jenis pisau ukuran besar dan kecil yang dibutuhkan warga untuk menyembelih hewan kurban. 

Daliman yang ditemui di sela kesibukannya menempa besi di tempatnya bekerja, Minggu (11/9/2016), mengatakan, sejak dua pekan ini pesanan meningkat hingga 100 Persen. Selain memperbaiki pisau yang tumpul atau bahkan sudah rusak sama sekali, Daliman juga menerima pesanan membuat pisau baru beragam ukuran.

"Pesanan masih terus berdatangan hingga hari ini. Tapi, saya terpaksa menolak banyak pesanan pisau yang khusus untuk keperluan menyembelih kurban, karena waktunya sudah tidak mungkin terkejar", ujarnya.

Beragam alat hasil tempa Daliman
Banyaknya pesanan pisau menjelang lebaran kurban juga membuat Daliman menambah dua orang tenaga kerja untuk membantunya. Dalam sehari, Daliman menyelesaikan layanan pisau beragam ukuran sebanyak 10 buah. Sedangkan pesanan yang masuk menjelang hari kurban ini sekitar 50-an buah.

Daliman yang sejak 2004 memulai membuka jasa perbaikan pisau atau menjadi pande besi itu mematok tarif servis sebesar Rp. 5-10.000 perbuah. Sedangkan untuk membuat pisau ukuran kecil, Daliman mematok harga sekitar Rp. 20-25.000 perbuah.

Namun demikian, tarif tersebut juga masih tergantung jenis besinya. Jika besi menggunakan bahan besi baja, biaya pembuatan atau perbaikan sedikit mahal. Pasalnya, besi baja membutuhkan proses pembakaran lebih lama dan penempaan berkali-kali.

Menurut Daliman, meski saat ini banyak pedagang pisau beragam merk dijual di pasaran, namun banyak warga lebih memilih memesan pisau di tempat pandai besi. Dengan memesan sendiri, katanya, pengguna lebih puas karena tahu kualitas besinya.

Daliman (kanan) menempa besi
Tak hanya di waktu-waktu menjelang hari kurban, di hari-hari biasa Daliman juga banyak menerima pesanan perbaikan benda-benda tajam. Hanya saja, jenis alatnya berbeda-beda karena tergantung musim. Jika di musim hujan, pesanan lebih banyak berupa perbaikan cangkul untuk keperluan di sawah. Sementara jika musim kemarau, pesanan akan didominasi oleh alat-alat sejenis kapak kecil yang disebut bancol yang digunakan untuk mencangkul tanah kering. Adapun pesanan yang selalu ada adalah membuat atau memperbaiki paju, yaitu alat pahat batu putih. 

"Kalau pesanan paju setiapkali pasti ada, karena warga di sekitar Prambanan banyak yang berprofesi sebagai pencari batu putih di perbukitan Prambanan" kata Daliman.

Dalam satu pekan, Daliman membuka bengkelnya di tepi jalan dusun setiap hari pasaran Wage dan Legi. Sedangkan hari pasaran Pon dan Kliwon Daliman membuka bengkel di rumahnya. Pada hari-hari pasaran itulah Daliman menerima pesanan, dan di luar hari pasaran itu digunakan untuk menyelesaikan pesanan-pesanan. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: