SENIN, 12 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA ---  Jemaah Haji asal Kabupaten Sleman, Ny. Djumirah Karto Temon (82), diketahui meninggal dunia sesaat sebelum melakukan wukuf di Padang Arafah, Al Mukarromah. Kabar duka tersebut diterima pihak keluarga dari seorang teman satu kloter dengan almarhumah.

Nur Batin Kuncoro menunjukkan foto alm ibundanya.
Ny. Djumiran Karto Temon, warga dusun Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, dikabarkan meninggal dunia sesaat setelah menjalankan sholat tahajud di dalam tenda di Padang Arafah pada hari Minggu (11/9/2016) pukul 04.00 Waktu Arab Saudi. Keluarga menerima kabar duka tersebut dari seorang teman satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dengan almarhumah.

Putra bungsu almarhumah, Nur Batin Kuncoro (40), saat ditemui di kediamannya pada Senin (12/9/2016) menuturkan, kabar duka diterima keluarga sesaat setelah Ny. Djumirah dikabarkan meninggal dunia, melalui sambungan telepon. Almarhumah yang berangkat haji ditemani putra keenamnya, Sihono Bin Gito Dimulyo, sebelumnya dikabarkan meninggal dunia karena penyakit jantung.

Suasana di rumah duka
"Namun dari pemeriksaan dua orang dokter di sana, tak ditemui gejala sakit apa-apa", kata Nur Batin.

Almarhumah tercatat sebagai CJH asal Kabupaten Sleman yang berangkat pada 17 Agustus 2016 bersama sekitar 900 lebih CJH lainnya. Menurut Nur Batin, almarhumah ketika berangkat haji dalam kondisi sehat wal afiat, dan selama hidupnya tidak pernah sakit berat. Karenanya, dengan meninggalnya almarhumah, pihak keluarga sangat iklas. 

Istri Nur Batin, Sudaryanti (37), menambahkan, meski ada rasa kehilangan, namun keluarga juga bahagia karena almarhumah meninggal di tanah suci, sebagaimana sangat diharapkan oleh siapa pun.

Foto alm. Ny Djumirah Karto Temon semasa hidup
"Bahkan, almarhumah meninggal sesaat setelah sholat tahajud dan masih mengenakan mukenanya", ujarnya.

Ny. Djumirah Karto Temon, meninggalkan 6 orang anak, 14 orang cucu, dan 13 orang cicit. Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai seorang pekerja keras, baik bertani dan berdagang. Sedangkan suaminya, Gito Dimulyo, telah lebih dahulu meninggal dunia sejak 1994.

"Almarhumah sudah dimakamkan di Kota Ma'la, yang merupakan pemakaman umum bagi jemaah haji yang meninggal dunia di tanah suci. Semoga ini menjadi jalan bagi almarhumah untuk khusnuh khotimah dan mendapat surga" ujar Nur Batin, sembari mengimbuhkan, pesan terakhir almarhumah adalah agar anak-anaknya selalu menjaga ukuwah di antara semua keluarga. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: