SABTU, 3 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Berstatus sebagai jalan provinsi tidak lantas membuat jalan menjadi mulus dengan aspal hotmix dan jembatan yang kokoh dari konstruksi besi. Pemandangan sebaliknya justru berbeda dengan kondisi jembatan yang ada di Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Selain amblas dan sempat berlubang kondisi jalan milik Provinsi Lampung tersebut sebagian dibiarkan ambrol dan hanya diberikan penahan sementara terbuat dari batang kelapa beberapa buah.


Salah satu warga Desa Sukabaru, Andi (40) semula jembatan tersebut memiliki gorong gorong namun amblas akibat kendaraan yang melintas bertonase besar dan mengakibatkan lubang menganga dengan diameter nyaris 1 meter lebih. Kondisi ambrolnya gorong gorong semakin diperparah dengan adanya aliran sungai kecil yang mengalir dari atas Gunung Rajabasa. Atas inisiatif warga gorong gorong amblas tersebut selanjutnya dibuat jembatan darurat terbuat dari batang kelapa agar jembatan bisa dilalui.

“Kurang lebih sudah lima bulan dibuat jembatan dari batang kelapa namun kalau kerusakan gorong gorong dan jembatannya sudah lama terjadi tapi belum ada langkah perbaikan” ungkap Andi saat berbincang dengan Cendana News, Sabtu (3/9/2016)

Andi juga menyayangkan adanya usulan dari berbagai pihak agar jembatan dan gorong gorong yang sementara diberi penahan batang kelapa tersebut diperbaiki dan diganti jembatan permanen belum juga kunjung diperbaiki. Ia bahkan menyayangkan karena jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju kediaman keluarga ketua MPR Zulkifli Hasan dan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang ada di Desa Pisang.

Selain itu lebih penting lagi warga lain, Joni (50) mengungapkan usulan ke pihak desa hingga kecamatan untuk proses perbaikan telah dilakukan meski belum mendapat realisasi untuk proses perbaikan jembatan tersebut.

Joni mengungkapkan Jalan Marga Dantaran yang tersambung dengan jalan ruas pesisir dan mengelilingi Gunung Rajabasa tersebut merupakan akses ke sejumlah kecamatan di Lampung Selatan diantaranya Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kalianda.


Jalan tersebut menjadi sangat penting dimana arus kendaraan yang melintas cukup ramai dan tak jarang kendaraan yang melintas memiliki bobot berat yang menambah kerusakan berupa amblasnya jalan semakin parah. Selain penghubung antar kecamatan ruas jalan provinsi tersebut merupakan akses menuju sejumlah lokasi wisata bahari di Lampung Selatan diantaranya Pantai Kahay, Pantai Banding, Pantai Kunjir, Pulau Mengkudu.

“Tempat wisata air terjun atau dikenal curug layang juga ada di sini tapi karena akses jalannya rusak seperti ini siapa yang mau datang ke lokasi wisata lewat sini dan memilih lewat Kalianda” ungkap Joni.

Ia berharap pemerintah setempat segera melakukan perbaikan jalan provinsi tersebut untuk memperlancar akses warga dan memberikan kemudahan bagi aktifitas ekonomi masyarakat yang akan menjual hasil bumi. Selain kondisi jalan provinsi yang memprihatinkan di titik tersebut kondisi jalan ambrol di ruas yang sama masih belum diperbaiki diantaranya di Desa Semana Kecamatan Bakauheni.

Selain mirisnya kondisi jalan provinsi yang mengalami kerusakan kondisi memprihatinkan justru terjadi di jembatan Way Andeng yang merupakan jembatan baru sepanjang 15 meter dan lebar 5 meter. Jembatan dengan anggaran cukup besar dan dibangun oleh Dinas Bina Marga Provinsi Lampung sejak tahun 2014  tersebut hingga kini tidak difungsikan.

Warga menyesalkan pembangunan yang mubazir dengan menghabiskan anggaran tidak sedikit tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna kendaraan karena membuat jembatan dengan sudut terlalu kecil. Akibatnya sejak dibangun hingga selesai jembatan tersebut hingga kini tak difungsikan dan masyarakat pengguna kendaraan pun enggan menggunakannya.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: