KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus perkara "Kopi Sianida" dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso menghadirkan Profesor Sarlito Wirawan Sarwono, yang diketahui sebagai seorang Guru Besar Psikologi Klinis dan Sosial dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta.


Dalam keterangannya saat bersaksi di depan Majelis Hakim yang memimpin persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli Sarlito Wirawan banyak memberikan penjelasan dan pendapatnya terkait dengan Es Kopi Vietnam yang kemudian diketahui mengakibatkan meninggalnya Wayan Mirna Salihin, sesaat setelah minum kopi tersebut di Cafe Olivier, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tanggal 6 Januari 2016.

Sarlito Wirawan dalam keterangannya sebagai saksi dalam persidangan sempat mengaku heran dan tak habis pikir, mengapa Jessica terkesan tergesa-gesa dan buru-buru memesan untuk dibuatkan minuman Es Kopi Vietnam kepada pegawai Kafe Olivier untuk temannya yaitu Wayan Mirna Salihin.

Penyelidikan polisi, Wayan Mirna bersama seorang temannya yang bernama Hani Juwita Boon pada saat itu sedang dalam perjalanan menuju Kafe Olivier. Namun sebelumnya, melalui media sosial, Wayan Mirna diketahui memang sempat meminta kepada Jessica untuk terlebih dahulu memesan minuman Es Kopi Vietnam.

Beberapa saat kemudian Jessica belakangan diketahui langsung berjalan menghampiri meja kasir untuk melakukan pembayaran lunas dengan uang tunai atau cash money. Kemudian Jessica diketahui langsung meminta kepada salah satu karyawan Cafe Olivier untuk segera membuatkan minuman Es Kopi Vietnam untuk seorang temannya.

"Menurut pendapat saya sangat aneh dan tidak lazim mengapa Jessica kesannya tergesa-gesa memesan untuk segera dibuatkan Es Kopi Vietnam yang sebelumnya memang sempat dipesan oleh Wayan Mirna, sebenarnya sah-sah saja  memesan minuman atau makanan terlebih dahulu, tapi khan tidak perlu dibuatkan saat itu juga, minuman sejenis itu bisa dibikin dengan cepat dan tidak memerlukan waktu lama, paling dalam hitungan menit Es Kopi Vietnam sudah siap saji," kata Sarlito Wirawan Sarwono di PN Jakarta Pusat, Kamis sore (1/9/2016).

"Secara akal sehat dari situ sebenarnya kita sudah bisa menduga bahwa ada sesuatu yang janggal dan tidak beres pada saat mereka ngopi bareng di Cafe Olivier, bahkan dalam keterangan saksi-saksi pada persidangan sebelumnya terungkap bahwa Wayan Mirna memang sempat bertanya kepada Jessica mengapa Es Kopi Vietnam tersebut sudah dibuatkan, padahal Wayan Mirna tidak pernah meminta untuk dibuatkan sebelum dirinya datang ke Cafe Olivier" katanya di depan Majelis Hakim.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: