JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Kegiatan rutin olahraga bersama setiap hari Jumat masih terus dilakukan sejumlah sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) bersama siswa dan para guru dengan menggunakan iringan musik senam kesegaran jasmani. 


Kegiatan olahraga bersama tersebut dilakukan secara rutin salah satunya oleh puluhan siswa SDN 2 Suka Mulya Kecamatan Palas yang diikuti oleh puluhan siswa kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan olahraga setiap hari Jumat tersebut menurut salah satu guru kelas 6 , Marsa, dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan siswa gemar melakukan kegiatan olahraga dan membuat siswa menyukai kegiatan di luar ruangan.

Selain kegiatan olahraga salah satu cara yang diterapkan oleh guru kelas kepada siswa siswa SDN 2 Sukamulya dilakukan dengan mewajibkan siswa membawa alat alat kebersihan dari rumah untuk digunakan dalam kegiatan Jumat bersih. Pembagian alat untuk dibawa ke sekolah menurut Marsa berdasarkan kelas diantaranya kelas 4 membawa sapu dan keranjang sampah, alat pel,kain lap dan alat kebersihan lain, kelas 5 dan kelas 6 membawa cangkul dan sabit untuk membersihkan lingkungan sekolah.

“Kita wajibkan bagi siswa yang jenjang lebih tinggi sementara dari kelas satu hingga kelas tiga sesudah olahraga langsung ada kegiatan belajar di kelas dan kegiatan bersih lingkungan dilakukan kelas empat hingga kelas enam,”terang Marsa yang merupakan guru kelas enam saat mendampingi para siswa melakukan kegiatan bersih lingkungan,Jumat (23/9/2016)


Marsa mengaku meski merupakan salah satu sekolah dengan jumlah siswa yang terbilang sedikit hanya sebanyak 72 siswa dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6 namun ia mengungkapkan kegiatan Jumat bersih seusai kegiatan olahraga merupakan kegiatan rutin SDN Suka Mulya yang ada di jalan lintas kecamatan tersebut.

Siswa laki laki yang membawa alat kebersihan diajak oleh guru membersihkan lingkungan halaman sekolah diantaranya membabat rumput,mengumpulkan sampah sampah plastik yang berserakan di dekat jalan sekolah dan sebagian menggali lubang sampah menggunakan cangkul. Cara tersebut menurut Marsa dilakukan untuk mengajarkan para siswa dengan banyak manfaat diantaranya kegiatan olahraga yang diwujudkan dalam bentuk kerja membersihkan lingkungan. Selain itu dengan kegiatan bersih lingkungan bersama melatih siswa untuk juga rajin beraktifitas di rumah.

“Kita juga sekaligus mengajarkan kepada siswa untuk menerapkan kebersihan di rumah diantaranya siswa perempuan yang belajar mengepel ruang kelas juga di rumah bisa melakukan hal serupa di rumah demikian siswa laki laki bisa membersihkan lingkungan di masing masing tempat tinggalnya”ujar Marsa.

Selain kegiatan membersihkan lingkungan khusus untuk siswa perempuan dan laki laki juga diwajibkan membawa pot berisi tanaman bunga untuk diletakkan di rak khusus di depan kelas masing masing. Selain bisa menambah asri suasana kelas dan sekolah keberadaan pot berikut tanaman bunga bisa digunakan menambah kepedulian siswa dalam merawat tanaman di setiap kelas.


Marsa yang juga guru kelas tersebut mengakui saat ini nilai nilai sosial bagi siswa usia dini harus lebih diwujudkan dengan menanamkan nilai nilai kebersamaan dan gotong royong tidak saja hanya mengejar nilai nilai akademis. Ia bahkan menanamkan kepada siswa didiknya agar tetap meningkatkan kemampuan akademis tapi dalam hal meningkatkan kegotongroyongan antar teman tetap harus dilakukan.

Kegiatan bersih bersih setiap hari Jumat dilakukan hingga jam istirahat pertama dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar di kelas. Meski setiap hari dilakukan piket kelas sesuai jadwal namun pembersihan kelas secara menyeluruh diungkapkan Marsa perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan para siswa.

Selain mengajarkan siswa menjaga kebersamaan dan gotong royong dalam kegiatan bersih lingkungan, di setiap depan kelas juga disiapkan ember khusus berisi air untuk cuci tangan dan para siswa dilarang membawa sepatu ke dalam kelas. Selain lantai kelas terbuat dari keramik dan sudah bersih kedisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan kelas diterapkan sejak dini di sekolah yang hanya memiliki dua lokal belajar dan dua lokal ruang guru tersebut.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: