JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Meski kondisi ekonomi lesu, jumlah investor di Kalimantan Timur yang terdata di Bursa Efek Indonesia mencapai 7.350 orang. Jumlah itu terus bertumbuh, kendati perekonomian belum sepenuhnya pulih. 

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kaltim Dinda Ayu Amalia
Kepala Kantor Perwakilan BEI Kaltim, Dinda Ayu Amalia mengungkapkan jumlah itu merupakan jumlah investor yang terdata di BEI melalui perwakilan Kaltim hingga kini. Sedangkan tahun 2016 terdata jumlah investor baru lebih dari 1.000 orang.

"Ditahun 2016 jumlah itu sangat gemilang karena target untuk tahun 2016 sekitar 5 ribu orang. Sampai pertengahan tahun sudah sesuai target. Optimislah kita hingga akhir tahun dapat mencapai target" terangnya saat ditemui dikantornya, Jumat (16/9/2016).

Dinda merinci, jumlah sub rekening efek (SRE) hingga kini mencapai 7.350, dan SID dengan SRE aktif sebanyak 6.355 orang. "Dari jumlah itu Balikpapan menduduki peringkat pertama dengan jumlah terbesar, kemudian disusul Samarinda dan Bontang" sebutnya.

Ketika disinggung nilai transaksi yang berjalan Dinda menambahkan rata-rata sekitar Rp200-500 miliar perbulan. 

"Sejak diterapkan tax amnesty memberikan dampak positif pada perkembangan transaksi saham," katanya. 

Adapun jumlah investor di Balikpapan 70% merupakan mahasiswa, dimana mahasiswa di Balikpapan adalah juga pekerja. 

Selain itu, untuk menambah jumlah investor di Kalimantan Timur pihaknya juga membuka galeri untuk umum disejumlah  Perguruan Tinggi yakni Universitas Balikpapan, Stiepan Balikpapan, STIMI Samarinda Sangata. 
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: