KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat penerimaan mahasiswa masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) cenderung mengalami penurunan, penurunan tersebut terjadi karena sistem penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seringkali tidak diatur, termasuk terkait pengaturan kuota.


"Sistem penerimaan siswa baru pada PTN yang bermacam jenisnya, membuat tingkat penerimaan mahasiswa baru di PTS menurun, karena itu harus diatur soal tersebut, supaya PTS juga bisa tetap eksis" kata Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) wilyah NTB, Halus Mandala di Mataram, Kamis (15/9/2016).

Selain sistem penerimaan mahasiswa baru yang bermacam-macam, PTN juga seakan memborong semua Fakultas dan jurusan yang ada, untuk dibukan di PTN bersangkutaan, termasuk pembukaan kelas reguler sore.

Sistem macam itu, kata Mandala, secara tidak langsung membuat penerimaan mahasiswa baru masuk PTN tanpa kendali dan secara tidak langsung menurunkan minat masyarakat masuk PTS.

"Kalau dilihat penurunan jumlah mahasiswa baru masuk PTS setiap tahun, kisarannya dari yang tadinya lima kelas, turun menjadi empat kelas, dari tiga, turun menjadi dua kelas, tergantung jurusan" katanya.

Karena itulah sistem penerimaan siswa baru di PTN harus diperbaiki, termasuk soal kuota penerimaan, supaya keberdaan PTS yang ada di NTB bisa tetap eksis.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: