SENIN, 26 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA --- Proyek pengerjaan jalan yang menghubungi Desa Riangkemie menuju Desa Bantala oleh PT. Sinber dinilai sebagai proyek siluman karena pengerjaan proyek sejak tiga bulan yang lalu (Juli 2016) hingga kini belum dipasang papan informasi proyek di lokasi.

Jalan Riangkemie-Bantala yang sedang dikerjakan dan dianggap proyek siluman
Hal ini mengundang pertanyaan masyarakat setempat termasuk Kepala Desa Riangkemie, Thomas Irianto Lewar kepada Cendana News,Senin (26/9/2016).

Dikatakan Thomas, proyek yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu hingga kini belum memasang papan informasi proyek yang memberitahukan kepada publik terkait dimulainya dan berakhirnya pengerjaan maupun anggaran pengerjaan atau hal-hal yang berkaitan dengan pengerjaan jalan itu.

“Memang benar sampai saat ini belum ada upaya dari pihak kontraktor untuk memasang papan informasi publik padahal pengerjaan proyek itu sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu” ujarnya.

Lebih lanjut Thomas menyebutkan bahwa pihak kontraktor sampai saat ini tidak pernah memberi konfirmasi kepada pihak desa terkait kendala yang dihadapi kontraktor dalam pengerjaannya sehingga pihak desa merasa bahwa dalam melaksanakan pengerjaannya tidak ada masalah.

Kepala desa Riengkemie Thomas Iriyanto Lewar
“Saya tidak pernah mendapat informasi apa pun dari pihak kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan sehingga saya rasa semua pekerjaannya berjalan baik-baik saja tanpa ada masalah” lanjutnya.

Blast Welan salah seorang warga Desa Riangkemie yang ditemui wartawan mengatakan bahwa  sejak dimulainya pengerjaan proyek tersebut dirinya juga belum pernah melihat ada aktivitas pembuatan papan informasi proyek  terkait pelaksanaan pengerjaan proyek yang telah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu.

Dirinya sebagai masyarakat sebenarnya ingin mengetahui secara jelas siapa kontraktor pelaksana pekerjaan, anggaran darimana dan berapa jumlah maupun batas waktu pengerjaannya. 

“Setiap hari saya kerja di bengkel dan tidak pernah melihat kontraktor memasang papan proyek sehingga kami sebagai masyarakat tidak tahu kontraktor mana yang kerja, anggaran darimana atau batas pengerjaan proyek itu” ungkapnya.

Masyarakat sangat mengharapkan adanya kesadaran dari pihak kontraktor akan hal ini karena pemasangan papan informasi merupakan bagian dari pengerjaan sebuah proyek.

“Masyarakat berhak mengetahui agar bisa mengontrol jalannya proyek ini sebab yang menggunakan kan kami sebagai masyarakat dan dananya dari uang rakyat juga,” pungkasnya.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: