KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

MALANG --- Bagi masyarakat Malang khususnya warga warga Dusun Sumberjo, Desa Kalisongo Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tentunya tidak ingin melewatkan sebuah acara tahunan yang menyajikan suasana tempo dulu saat penerangan lampu belum umum digunakan oleh masyarakat. 


Berlokasi di sepanjang Jalan Dieng Atas, Kabupaten Malang gelaran Kampung Cempluk Festival (KCF) kembali diadakan dengan mengusung tema 'Cempluk Berbagi Ide'.

"KCF tahun ini adalah gelaran yang ke tujuh sejak pertama kali diadakan pada tahun 2010," jelas wakil ketua pelaksana, Nurman Abdilah kepada Cendana News, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya nama kampung Cempluk Festival sendiri diambil karena dulunya di daerah tersebut masih banyak yang menggunakan cempluk sebagai penerangan.

"Dulu saat di daerah lain di Malang sudah menggunakan lampu, di desa ini khususnya di wilayah RW dua justru masih memakai cempluk sebagai penerangan,"ungkapnya.

Disebutkan, cempluk sendiri adalah salah satu penerangan tradisional yang memanfaatkan minyak tanah sebagai bahan bakarnya.


Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa tujuan terbentuk festival kampung Cempluk yakni untuk mengajak semua masyarakat agar mampu membuat acara yang serupa di desanya masing-masing sehingga desa mereka bisa maju dan otomatis dapat memajukan perekonomian masyarakat di desa tersebut.

"Setiap kali KCF diadakan, warga selalu antusias untuk turut meramaikan festival tersebut, salah satunya dengan menjual makanan-makanan tradisional tempo dulu yang sekarang sudah jarang di jual. Bahkan warga rela mematikan lampu teras dan hanya menggunakan Cempluk sebagai penerangan agar suasanya menjadi lebih gelap sehingga kesan tempo dulunya lebih terasa,"ucapnya.

Perbedaan penyelenggaraan KCF tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya terletak pada panitia penyelenggaranya. Jika tahun sebelumnya panitia penyelenggara dimotori oleh para sesepuh desa, tahun ini panitia penyelenggara dijalankan oleh para pemuda Karang Taruna Sumberjo sebagai bentuk regenerasi kepanitiaan.

"Dulu yang menjadi panitia adalah sesepuh desa, tapi di tahun ini panitia KCF berasal dari muda mudi Karang Taruna Sumberjo,"terangnya.

Sementara itu ia mengatakan banyak pertunjukkan dan kegiatan yang dapat disaksikan di KCF ke tujuh kali ini diantaranya Cempluk Berbunyi, Cempluk Bersastra, Cempluk Bergerak dan Cempluk Bernyanyi.

"Kami sudah menyediakan dua buah panggung utama yakni panggung Bapang di RW 1 dan Panggung Asmorobangun di RW 2,"jelasnya.

Selain menikmati berbagai pertunjukkan, pengunjung KCF juga bisa menikmati jajanan dan makanan tradisional tempo dulu seperti Cenil, Gatot, Getuk, Nasi Pecel dan Es Dawet.

"Di sepanjang jalan ini kami sengaja menyediakan stan-stan makanan tradisional yang sudah di desain sedemikian rupa menggunkan bambu sebagai tiang penyangga dan daun tebu yang sudah mengering sebagai atap agar kesan tempo dulunya itu kentara. Dan tidak lupa Cempluk sebagai penerangannya,"pungkasnya.


Kampung Cempluk Festival terbuka untuk umum dan diselenggarakan selama lima hari 20-24 September 2016.
[Agus Nurchaliq]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: