KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Polisi Prasta Wahyu Hidayat meminta kepada seluruh petugas kepolisian lalu lintas agar semakin arif dan bijaksana dalam menjalankan tugasnya. Kesalahan kecil yang dirasa masih bisa ditolerir dan masih bisa ditegur tak perlu diberi sanksi.


Selain meminta untuk lebih bijaksana dalam mengemban tugas-tugasnya, Prasta juga menekankan agar petugas kepolisian lalu lintas untuk lebih menggalakkan sosialisasi peraturan lalu lintas dari pada penindakan hukum. Pasalnya, kata Prasta, tanpa adanya kesadaran masyarakat, pelanggaran akan terus terjadi.

Hal demikian diungkapkan Prasta, saat memberi sambutan dalam acara puncak peringatan ke-61 Polisi Lalu Lintas di Komplek Taman Parkir Abu Bakar Ali Kota Yogyakarta, Kamis (22/9/2016).

Dikatakan Prasta, ibarat manusia yang tambah usia semakin tua dan dewasa, petugas polantas pun diharapkan bisa lebih arif bijakasana dalam mengemban tugas-tugasnya. Mengedepankan sapa dan senyum, dan menyatu kepada masyarakat.


"Semakin ke depan, polisi harus semakin profesional, humanis, dan jangan lagi ada pungli atau uang damai. Sebaliknya, masyarakat juga jangan memancing-mancing petugas untuk menerima uang damai saat ditilang", ujar Prasta, sembari mengimbuhkan, jika ada petugas polisi yang melakukan pungli, masyarakat diminta untuk mencatat nama petugas dan melaporkannya.

Gelar acara puncak peringatan HUT Ke-61 Polantas di lingkungan Polda DIY, dimeriahkan dengan aksi sosialisasi tertib lalu lintas melibatkan pengamen jalanan. Sejumlah petugas bahkan mengatur lalu lintas sambil berjoget dan menyita perhatian pengguna jalan yang melintas.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, Komisaris Besar Polisi MH Ritonga mengatakan, dalam acara tersebut pihaknya menggelar acara makan gratis bagi 550 warga masyarakat yang dikemasnya dalam acara Warung Peduli Duafa Ditlantas Polda DIY.


Dalam acara tersebut, masyarakat diberikan kupon untuk ditukarkan ke sejumlah warung di kawasan Taman Parkir Abu Bakar Ali dan bisa makan gratis sesuai menu yang dipilihnya. Dalam makan gratis itu, Kapolda DIY dan jajaran bahkan melayani masyarakat yang hendak makan, sebagai simbol polisi adalah pelayan masyarakat. 

Dalam acara puncak peringatan hari polantas tersebut juga diberikan penghargaan kepada 5 petugas polisi yang dinilai berjasa, dan 4 orang warga masyarakat yang dianggap berjasa membantu tugas-tugas kepolisian dengan suka rela, serta memberikan 5 buah helm kepada warga masyarakat.

Dengan tema 'Melalui September Ramah Kita Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Guna Menciptakan Polantas yang Modern dan Terpercaya', Ritonga berharap masyarakat semakin sadar dan meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: