JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Kondisi cuaca yang kerap berubah dalam satu bulan terakhir mengakibatkan beberapa jenis penyakit menyerang warga di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa warga bahkan harus menjalani perawatan akibat terjangkit penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) yabg muncul di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo. Berdasarkan pantauan dua orang warga di desa itu terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Agepty tersebut.


Dua warga yang terkena penyakit DBD itu adalah Midah (25) dan Ardi (25). Untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Kesehatan Kecamatan Sidomulyo bergerak cepat melakukan pengasapan (fogging).

Kepala UPT Dinas Kesehatan Kecamatan Sidomulyo, Saiful Anwar, M.Kes membenarkan dua warga terkena serangan penyakit DBB. Bahkan akibat kasus serangan penyakit DBD tersebut salah satu pasien bernama Midah sempat dirawat di Puskesmas Sidomulyo, namun selanjutnya dirujuk ke RSUD. Bob Bazar Kalianda.

“Proses penanganan lanjutan memang harus dilakukan ke rumah sakit dan di Puskesmas mendapat perawatan awal agar pasien terkena penyakit DBD bisa mendapat perawatan medis untuk kasus penyakit DBD tersebut,” ungkap Kepala UPT Dinas Kesehatan Kecamatan Sidomulyo, Saiful Anwar, M.Kes, Jumat (2/9/2016)

Berbeda dengan pasien yang dirujuk ke rumah sakit, pasien lain bernama  Ardi, ungkapnya saat ini dirawat disalah satu klinik kesehatan yang ada di Kecamatan Sidomulyo. Informasi terkait adanya warga yang terkena penyakit DBD akhirnya mendorong pihak Puskesmas segara melakukan fogging yang difokuskan di Dusun Kampung Duren, Desa Seloretno.

Upaya pengasapan dilakukan petugas di beberapa rumah warga yang berada dekat dengan rumah penderita DBD untuk mencegah dan membasmi berkembangbiaknya jentik nyamuk yang ada di wilayah tersebut. Pengasapan di fokuskan pada rumah rumah warga dan beberapa selokan dan saluran air di pemukiman rumah warga dengan menggunakan alat penyemprot khusus.

Saiful menerangkan proses pengasapan yang dilakukan petugas Puskesmas  di rumah warga lain dengan radius sekitar seratus meter dari rumah penderita DBD positif agar penularan penyakit demam berdarah bisa dilokalisir dan tidak berimbas kepada warga lainnya yang berada di lingkungan penderita yang sudah positif terkena demam berdarah.

Ia mengungkapkan selama proses pengasapan warga yang tinggal di rumah dipersilakan keluar dan menutupi makanan atau minuman yang ada di dalam rumah. Proses pengasapan tersebut dilakukan setelah pihak rumah sakit melakukan penyelidikan epidemologi penyakit tersebut terutama di sekitar rumah penderita demam berdarah.

Kepada warga lain yang tidak terkena penyakit demam berdarah, Saiful mengungkapkan agar melakukan tetap menjaga kebersihan lingkungan diantaranya menguras bak mandi, menutup lubang, mengubur barang barang bekas atau mendaur ulang barang bekas yang menjadi tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Semua pihak termasuk petugas kesehatan harus meningkatkan sistem kewaspadaan dini (SKD) karena cuaca yang tidak menentu bisa memicu perkembangbiakan nyamuk dengan cepat” terangnya.

Upaya pencegahan merebaknya penyakit DBD dilakukan oleh petugas kesehatan dengan menghimbau agar selama musim penghujan warga bisa rajin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan terutama selokan tegenang atau kaleng-kaleng bekas yang berserakan. Upaya lain yang perlu dilakukan masyarakat diantaranya dihimbau agar lebih menjaga daya tahan tubuh diantaranya dengan rajin mengkonsumsi makanan bergizi atau multivitamin.

Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue

Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas beberapa cara mencegah demam berdarah diantaranya : 

Perhatikan kondisi lingkungan dan kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang suatu saat bisa menggigit atau menginfeksi virus dengue.


Mengikuti anjuran melaksanakan gerakan 3M : Menutup rapat-rapat bak mandi agar tidak menjadi sarang nyamuk dan air tidak menjadi penampungan hasil tetas nyamuk, Menguras bak mandi setidaknya 1 minggu sekali untuk menjamin kebersihan bak mandi, dan Menimbun barang tak terpakai seperti kaleng atau wadah kosong yang memungkinan menjadi tempat tergenang air (pot, vas bunga, ember, dan sebagainya) agar nyamuk tidak bertelur di dalamnya.

Karena nyamuk dikenal dengan aktivitas “menggigit” pada waktu siang hari, tentunya dengan mengoleskan krim anti nyamuk (terutama pada anak-anak).

Apabila warga  mempunyai anak yang masih balita, bisa menggunakan kelambu (anti nyamuk) di tempat tidurnya agar tidak terkena gigitan.

Tutup tempat sampah yang sudah tak terpakai, kalau perlu dibuang saja agar tidak memperkeruh suasana rumah. 

Jika ada wadah kosong yang masih terpakai namun sedang tidak dipakai, lebih baik dibalikkan agar tidak menjadi genangan air.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: