KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Kebijakan Walikota Balikpapan terkait plastik berbayar hingga kini belum berjalan efektif. Hal itu terbukti dengan jumlah sampah plastik yang terangkut belum berkurang.


Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Suryanto menjelaskan sampah plastik di kota minyak perbulan mencapai 6 persen dari rata-rata 60 ton sampah yang dihasilkan. Meski sampah plastik di Balikpapan bercampur dengan plastik ember pecah, kursi plastik, porsi kantong plastik terhitung sangat kecil. 

"Perhitungan kita sekitar 6 persen untuk sampah plastik. Itu perhari loh," tandasnya.

Ia menilai kebijakan plastik berbayar itu belum berjalan efektif karena penetapan harga plastik berbayar oleh pasar modern belum Rp1.500 perkantong.

"Masih ada pasar modern yang hanya menetapkan harga Rp200. Padahal edaran Walikota ada pada kisaran harga Rp1.500 per kantong," keluhnya.

Dalam penerapan plastik berbayar, menurutnya harga yang ditetapkan di pasar retail modern atas plastik berbayar menjadi dilema yang dihadapi.

"Sebenarnya bisa saja kita terapkan sanksi ya. Banyaklah cara Pemda. Tapi dalam kondisi sekarang ini, harapan kita mereka mendukunglah. Perdebatan kita sebenarnya jangan harga tapi bagaimana plastik tidak digunakan" tegas Suryanto.

Ia menambahkan, gerakan plastik berbayar ini harus didukung bersama-sama agar penerapannya dapat sinergi dan tujuannya mengurangi sampah plastik dapat tercapai.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: