SENIN, 12 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Idhul Adha tahun ini, Panitia Kurban Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menyembelih hewan kurban sebanyak 12 ekor sapi dan 21 ekor kambing. Hewan kurban itu berasal dari sumbangan para pejabat dan tokoh masyarakat di antaranya Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Titiek Hediati Soeharto.
 
Pemeriksaan daging kurban
Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB, panitia penyembelihan hewan kurban Masjid Gedhe Kauman telah memulai penyembelihan hewan kurban. Banyaknya hewan kurban memaksa pihak panitia secara khusus mendatangkan 4 orang jagal dengan 2 orang panitia yang bertugas menyembelih hewan kurban.

Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Muhammadiyah Ranting Masjid Gedhe Kauman, Ridwan Wicaksono, ditemui di sela penyembelihan hewan kurban, Senin (12/9/2016), menjelaskan, tahun ini daging kurban dari Masjid Gedhe Kauman jumlahnya lebih dari cukup, sehingga sebagian akan dibagikan kepada sejumlah warga di empat kabupaten di Yogyakarta, yaitu Gunungkidul, Bantul, Sleman dan Kulonprogo. Bahkan, beberapa juga akan dibagikan ke sejumlah warga di Jawa Tengah seperti Magelang, Muntilan dan Klaten.

Ridwan mengatakan, setiap tahun dalam penyelenggaraan kurban, Masjid Gedhe Kauman selalu menerima hewan kurban dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan dari Titiek Hediati Soeharto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI. Adapun hewan kurban dari Sultan berupa Sapi Jawa jenis benggala, sedangkan dari Titiek Hediati Soeharto berupa Sapi dari jenis limosin.

Sapi kurban Titiek Soeharto
Sementara itu, dalam proses penyembelihannya, turut dilibatkan dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Univeristas Gajah Mada Yogyakarta, Febri Krisna Sakti (19) dan Oktafani Nurbaiti (20), yang bertugas memantau adanya penyakit di dalam organ dalam hewan kurban.

Febri Krisna Sakti, di sela kesibukannya bertugas mengatakan, beberapa organ dalam hewan kurban yang diperiksa antara lain bagian hati, paru-paru dan jantung. Pemeriksaan hati, katanya, dilakukan untuk memastikan tidak ada cacing, hepatika, fasiolagigantika dan sejumlah kelainan lainnya yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Demikian pula pemeriksaan pada bagian paru-paru dan jantung, dilakukan untuk memastikan tidak ada kelainan atau sumber penyakit yang berbahaya. 

"Dari pemeriksaan, kami tidak menemukan cacing hati atau kelainan lain yang berbahaya bagi kesehatan manusia" pungkas Krisna. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: