SABTU, 17 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Akibat Server putus pada layanan rekam Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah hingga saat ini masih dirasakan. Tidak hanya warga yang harus menunggu berjam-jam, petugas rekam E-KTP juga harus membuka layanan meskipun seharusnya mereka libur.


Salah satu petugas rekam E-KTP Kantor Kecamatan Ngargoyoso, Suparyanti mengatakan, akibat putusnya server E-KTP pada Jumat sore (16/9) kemarin, membuat dirinya dan rekannya harus kerja ekstra. Pasalnya, meskipun akhir pekan seharusnya layanan ditutup karena libur, terpaksa harus memberikan layanan kepada masyarakat. 

“Ini karena kemarin belum selesai server sudah mati. Hari ini kita lanjutkan nomor antrian dari 24 sampai 100,” ungkap Supriyanti saat ditemui Cendana News, Sabtu siang (17/9/16).

Dibukanya layanan meski di hari libur ini untuk memenuhi target yang dibebankan kepada mereka. Sebab, tiap hari petugas rekam E-KTP harus menyelesaikan 100 daftar wajib E-KTP, hingga 30 September 2016 mendatang. 


“Ini karena sudah dibagi per Desa. Sabtu kemarin untuk Desa Kemuning, jika tidak diselesaikan hari ini, besok Senin sudah ada Desa lain yang mengantre,” jelasnya.

Kelurahan petugas E-KTP tidak hanya masalah server putus, karena dalam pelaksanaanya sering kali menjumpai warga yang sulit untuk dilakukan rekam E-KTP. Salah satunya contoh adanya warga yang sudah tua, tangannya sangat halus dan kornea mata tidak terlihat. 

“Hal-hal seperti inilah yang sering kita jumpai saat memberikan layanan,” lanjutnya.


Sementara untuk target Kecamatan Ngargoyoso sampai 30 September  1728 warga wajib E-KTP. Sementara untuk bisa dapat menyelesaikan target rekam E-KTP itu pihaknya mengaku siap, namun yang menjadi kendala adalah peralatan dan teknisnya. 

“Saya kira untuk bias memenuhi target sulit. Karena kita berdua tenaganya siap, tapi alanya yang bermasalah. Kadang tidak ada sinyal mati, di Kantor Disdukcapil mati di sini juga mati. Adapula masalah warga yang sudah terlalu tua sehingga sulit direkam E-KTP,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Kemuning, Suroto mengaku harus balik lagi ke Kantor Kecamatan Ngargoyoso karena Jumat kemarin servernya putus. Pria 50 tahun itu mengaku datang ke Kantor Kecamatan untuk membantu anaknya mengurus E-KTP yang sebelumnya tersendat. 

“Ini untuk mengantar karena kemarin tidak bias rekam. Mudah-mudahan ini bisa selesai dan bisa tenang” tandasnya. 
(Harun Alrosid) 
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: