KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Kejaksaan Negeri Solo, Jawa Tengah, memusnahkan 1,8 kilogram ganja dan 728 gram sabu. Sejumlah barang haram itu merupakan barang bukti dari kasus kejahatan yang telah ditangani selama 2 tahun terakhir. 


Kepala Kejari Solo Didiek Joko Purwanto di sela-sela pemusnahan itu menyatakan, seluruh baranga bukti yang dilakukan pemusnahan itu semuanya telah berkekuatan hukum. Barng bukti yang dimusnahkan ini meliputi narkoba, obat-obatan terlarang, miras, kosmetik palsu hingga uang palsu (Upal). 

“Seluruh barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari 182 kasus pidana dan 40 perkara dari tipiring,” ujarnya kepada awak media, seusai pemusnahan barang bukti di depan Kantor Kejari Solo, Kamis (1/9/16).  


Disebutkan lebih lanjut, dari 182 kasus tersebut, 60 persennya berasal dari kaus narkoba dan penyalahgunaan obat terlarang. Setidaknya 728 gram sabu-sabu dimusnahkan dalam kesempatan ini. Selain itu, Kejari Solo juga memusnahkan 205 butir inex, 6 butir extasi, 500 butir canflet, 94 butir marlopan, 1,8 ganja dan 56 alat hisap alias bong. 

“Untuk uang palsu yang kita musnahkan sebanyak 873 lembar uang pecahan seratus ribu,” imbuhnya. 

Menurut Kajari, kasus narkoba di Solo sudah mengkhawatirkan. Sebab, sebagian besar dari barang bukti yang dimusnahkan adalah dari kasus narkoba. Tak hanya itu, yang lebih memprihatinkan adalah keterlibatan anak-anak dalam kasus narkoba di Solo. 


“Dengan ini menunjukkan kasus narkoba sudah merambah anak-anak. Tentu ini menjadi kepriatinan kita semua,” tambahnya. 

Meski begitu, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya jumlah kasus dan barang bukti yang dimusnahkan kali ini tergolong lebih sedikit. Kajari juga meminta agar seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba, agar kasus narkoba di Solo dapat diminimalisir. 

“Harapan ke depan, kasus narkoba ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Agar masyarakat Solo bebas narkoba,” pungkasnya. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: