JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA --- Kelurga mantan ketiga korban penyanderaan mengucapkan terima kasih dan penghargaan selain kepada pemerintah dan aparat keamanan, juga kepada komunitas peduli korban penyanderaan yang telah berupaya membantu lewat doa, aksi solidaritas dan pengumpulan sumbangan.

Komunitas peduli korban penyanderaan saat melakukan aksi pengumpulan sumbangan bagi keluarga korban penyanderaan
“Kami dari keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas segala dukungan yang diberikan anak-anak muda di komunitas peduli korban penyanderaan” ujar Yasinta Pusaka Koten.

Istri dari Emanuel Arakian Maran, salah seorang korban penyanderaan ini kepada Cendana News Jumat (30/9/2016) menyebutkan, dengan menggalang aksi solidaritas, komunitas peduli korban penyanderaan berhasil menarik simpati warga Flores Timur dan pemerintah pusat untuk terus berjuang membebaskan ketiga suami mereka yang disandera.

“Mereka juga selalu menyampaikan perkembangan terkait keadaan suami kami dan memberikan sumbangan pendidikan bagi anak-anak kami” tuturnya.

Aksi seribu lilin yang dilaksanakan di Taman Kota Larantuka
Ucapan yang senada juga disampaikan oleh perwakilan keluarga korban penyanderaan saat acara serah terima mantan korban penyanderaan dari pemerintah Kabupaten Flotim kepada pihak keluarga, Rabu (28/9/2016) di aula kantor Desa Laton Liwo Kecamatan Tanjung Bunga.

Dalam kegiatan ini, pejabat bupati Flotim  Emanuel Kara ,SH juga mengucapkan hal senada. Dikatakan Emanuel, apa yang dilakukan anak-anak muda merupakan sebuah gerakan positif menggalang dukungan dan solidaritas kepada korban penyanderaan dan keluarganya.

Taufik Koban, wartawan TVOne mewakili komunitas peduli korban penyanderaan saat acara serah terima menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah baik pusat, provinsi NTT dan Pemda Flotim serta semua pihak yang bekerja sama berjuang membebaskan ketiga korban penaynderaan.

Dirinya berharap,para mantan korban penyanderaan bisa kembali melanjutkan pekerjaan di kampung halaman dan kembali berkumpul dengan keluarganya dan harus berpikir dua kali untuk kembali merantau.

Taufik Koban wartawan TVOne mewakili komunitas mengucapkan terima kasih
“Manfaatkan kemampuan dan sumber daya yang ada di desa untuk bisa menghasilkan sesuatu yang bisa memberikan penghasilan guna menghidupi keluarga” pintanya.

Ungkapan terima kasih kepada komunitas peduli korban penayanderaan diwujudkan juga dengan penyerahan selendang dari kain tenun Lamaholot dari isteri korabn penyanderaan kepada wartawan TVOne dan Cendana News mewakili semua rekan komunitas yang tidak sempat hadir saat itu. Untuk diketahui, komunitas peduli korban penyanderaan merupakan sebuah komunitas yang dibentuk untuk membantu korban penyanderaan dan keluarga.Komunitas yang terdiri dari Gertak Flotim,Agupena Flotim,Yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih serta rekan media. 

Komunitas selalu mengadakan aksi Geser (gerakan seribu rupiah) pengumpulan sumbangan bagi keluarga korban dengan menggelar aksi sumbangan sukarela di pasar-pasar, pelabuhan dan kantor-kantor pemerintah. Juga melaksanakan aksi doa bersama lewat gerakan seribu lilin.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: