KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Berdasarkan keterangan yang dihimpun Cendana News dari Kepala Dusun Temodo dan beberapa warga lain, baik di Desa Serewe maupun sejumlah desa lain di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), akibat kemarau panjang, ratusan hektar tanaman pertanian milik petani mengalami gagal panen.


"Khusus Desa Serewe saja, luas lahan yang gagal panen dan mati mengalami kekeringan mencapai 200 hektar, karena tidak ada hujan, belum lagi desa lain, luasnya bisa mencapai ribuan hektar" kata Murdani, Kepala Dusun Temodo, Desa Serewe, Lombok Timur, Kamis (8/9/2016).

Seingat saya hujan untuk 2016 saja hanya normal berlangsung selama dua bulan, yaitu Januari sampai Februari, itupun intensitasnya tidak terlalu besar, bagaimana tanaman mau hidup dan mengakibatkan gagal panen.

Setelah itu, terhitung mulai bulan Maret sampai sekarang, hujan tidak pernah turun, setiap ada mendung, angin laut selalu bertiup kencang, dengan kondisi panas seperti sekarang, bagaimana tanaman bisa hidup.

Suhirman, petani lain mengungkapkan, tanaman pertanian yang ditanam warga terhitung sudah dua tahun sekarang mengalami gagal panen, dengan tanaman utama padi dan jagung, meski demikian ia mengaku pemerintah tidak pernah memberikan bantuan.

"Beberapa waktu lalu petugas dari Dinas Pertanian hanya datang ngecek saja, tapi tidak ada tindak lanjut sampai sekarang" ujarnya.

Ditambahkan, akhirnya warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarga, terpaksa harus pergi bekerja serabutan, ada yang kerja jadi kuli bangunan maupun kuli pertanian.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: