RABU, 14 SEPTEMBER 2016

MAUMERE --- Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) yang dibangun di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere merupakan milik pemerintah kabupaten Sikka dalam hal ini dinas Kelautan dan Perikanan namun pengelolaannya diserahkan kepada Koperasi Ekonomi Masyarakat Pesisir.


Anggaran pembangunannya diambil dari pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dimana saat itu Bupati dijabat Alex Longginus. Dalam perjalanannya sekitar dua tahun terakhir SPDN ini mengalami kendala dan tidak berkembang.

Demikian disampaikan Heribertus Krispinus, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka saat ditemui Cendana News, Rabu (14/9/2016).

Heri sapaan akrabnya mengaku hanya mengetahui SPDN tersebut tidak beroperasi lagi dan pengurusnya juga tidak aktif dan tidak pernah melakukan rapat anggota tahunan.

“Dalam posisi seperti ini saya sementara berusaha agar dihidupkan kembali karena sudah setahun lebih SPDN dibiarkan telantar,” tuturnya.

Selama diurus koperasi, Heri mengakui tidak mengetahui seperti apa sistemnya dan berapa keuntungannya. Dirinya hanya mengetahui semuanya untuk kepentingan koperasi.


SPDN ini sambungnya, merupakan aset daerah dan bila ada pihak ketiga yang mau mengelola mungkin bisa, sebab bila DKP Sikka yang kelola agak berat. Dana untuk memperbaiki kembali SPDN ini sekitar 400 juta rupiah.

“Prinsip saya kalau bisa jalan dahulu SPDN ini agar nelayan bisa terbantu,” ujarnya.

Sejak tidak mampu mengelolanya lanjut Heri, pihak koperasi sudah melaporkan ke DKP Sikka dan sudah menyerahkan beberapa dokumen.

Kondisi SPDN sambungnya dalam keadaan rusak parah dan sudah ada beberapa pihak ketiga yang datang ke kantor DKP Sikka menanyakannya namun belum ada yang tertarik mengelolanya.

“Tidak aktifnya SPDN ini membuat nelayan mengisi solar di SPDN Wolomarang dan Wuring tapi saat kondisi puncak dan kebutuhan BBM meningkat maka nelayan membelinya di SPBU,” terangnya.

Nelayan boleh membeli solar di SPBU beber Heri bila sudah mengantongi rekomendasi dari DKP Sikkka dan Polres Sikka. Ini terjadi bila kuota di kedua SPDN yang ada kurang.

“Kabupaten Sikka tidak mendapatkan bantuan SPDN lagi sebab sudah lama diberikan dan ini cukup bila semuanya beroperasi,” pungkasnya.
[Ebed De Rosary]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: