MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

KUBU RAYA --- Husin Seorang Kepala Sekolah  Dasar Negeri (SDN) 37 Parit Maryana, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi korban dugaan pemukulan orang tua murid. 


Gara-garanya, hanya kesalahpahaman. Peristiwanya terjadi dua hari lalu, ada murid-murid kelas 2 SD yang sedang bermain memanjat pohon didekat sekolahnya, pada waktu bermain tersebut, ada anak laki-laki yang terjatuh terpeleset dari pohon, kemudian menimpa anak yang ada di bawah yang kebetulan murid wanitanya, kemudian berkembanglah isu ada perbuatan asusila.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi SW.

"Karena isu tersebut kurang menguntungkan bagi sekolah, maka dipanggilkan anak-anak dan para orang tua yang anaknya terjatuh, orang tua yang putrinya tertimpa dan orang tua yang menyebarkan isu perbuatan  Asusila," kata Suhadi, Minggu, 11 September 2016.

Suhadi mengatakan, hasil pertemuan menyimpulkan bahwa masalah yang terjadi hanya kesalahpahaman. "Permasalahan penganiayaan ringan terhadap korban kepala sekolah SDN 37 atas nama Husin berawal dari adanya isu perbuatan asusila (seorang anak sedang memanjat pohon jatuh menimpa anak wanita kelas 2 SD)," kata Suhadi.

"Isu tersebut berkembang kemana-mana. Sehingga kakek dari murid wanita tersebut mendatangi kepala sekolah, oleh Kepala Sekolah, pelaku Mansyur (70 tahun), dinasehati agar tidak marah-marah dan menyelesaikan masalah tersebut di dalam rumah tangga atau kalau tidak puas dengan penyelesaian tersebut silahkan lapor kepada polisi," lanjutnya.

Atas saran tersebut ternyata kakek Mansyur tidak puas dengan jawaban Kepala Sekolah. "Sehingga ketika Kepala Sekolah sedang memakai sepatu tiba-tiba bogem mentah (Kepalan tangan) mendarat dibibir Kepala Sekolah yang berakibat bibir mengucurkan darah," ujar Suhadi. 

"Atas kejadian tersebut, pihak dengan serius menangani masalah tersebut, saat ini pihak Polsek Ambawang masih memeriksa secara intensif terhadap pelaku pemukulan, memintakan Visum dokter dan meningkatkan pemeriksaan pelaku dalam laporan Polisi," kata Suhadi. 
(Aceng Mukaram)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: