SELASA, 13 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA --- Kerukunan umat beragama di Kabupaten Flores Timur (Flotim) sejak dahulu sudah terjalin baik. Saat Pekan Suci atau Semana Santa dengan prosesi Jumat Agung yang membuat Kota Larantuka terkenal umat beragama lain pun turut berperan.


Saat hari raya Idhul Fitri pun Orang Muda Katolik (OMK) ikut terlibat menjaga keamanan di masjid atau lapangan tempat dilaksanakannya Shalat Ied. Begitu pun saat hari raya umat Hindu, Remaja Masjid dan OMK ikut menjaga keamanan.

“Kerukunan dan toleransi yang sudah terjalin dengan baik ini perlu dijaga dan dipupuk dan bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya di negeri ini,” ujar Letkol Inf.Dadi Rusyadi,SE.

Dandim Flotim ini saat dihubungi Cendana News,Selasa (13/9/2016) mengatakan, merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga, memelihara dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama yang telah ada ini.


“Kerukunan antar umat beragama di Flotim di hadapkan dengan berbagai kemungkinan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan di masa yang akan datang,” tuturnya.

Untuk itu kata Dandim Rusyadi, pihaknya berinisiatif mengumpulkan pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Flotim menggelar acara silahturahmi dan pertemuan antar pemuka agama.

Dalam pertemuan yang berlangsung Jumat (9/9/2016) di Makodim 1624/Flotim ini, bebernya, semua pemuka agama berkumpul membicarakan kondisi toleransi beragam yang ada dan antisipasi langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Pertemuan tersebut selain sebagai wadah untuk saling bersilaturahmi,juga sebagai evaluasi bagi semua orang tentang kondisi aktual saat ini,” tegasnya.

Pertemuan ini ungkap Dandim Rusyadi sangat membantu Kodim 1624/Flotim serta Polres Flotim dalam mendukung percepatan pembangunan di Flotim, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.


Bupati Flotim, Emanuel Kara,SH saat pertemuan menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1624/Flotim yang telah menggagas kegiatan ini. Diharapkan Emanuel, kedepannya semua pihak dapat lebih baik lagi dalam menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama di Flotim.

Terlebih lagi Flores Timur ini sebutnya,bersifat heterogen. Flores Timur merupakan miniatur  NKRI, terdapat berbagai agama di dalamnya sehingga perlu dipererat lagi kerukunan antar umat beragama di Flores Timur.

“Kerukunan penting guna membentengi dan mencegah adanya pihak pihak manapun yang mencoba masuk dan menjadi provokator untuk merusak kerukunan umat beragama yang telah ada,” paparnya.

Penjabat Bupati Flotim juga berharap, semua elemen menjaga keamanan dan kenyamanan. Tanggung jawab tersebut sambungnya, bukan hanya tugas Kodim 1624/Flotim dan Polres Flotim semata.

Untuk itu,perlu dukungan para tokoh agama untuk selalu memberikan arahan kepada umatnya.Selain itu itu juga dirinya berharap pertemuan silaturahmi seperti ini untuk dapat dilaksanakan secara terus menerus.

“Silaturahmi ini perlu terus dilakukan sebagai sarana saling tukar menukar informasi antar umat beragama,” tegasnya.

Sementara itu, Romo Thomas Labina yang mewakili ketua FKUB Flotim menyarankan agar di Flotim memiliki standar kompetensi pendidikan guna meningkatkan pembentukan karakter para siswa sebagai dasar pembentukan manusia berkualitas.

Tentang masalah kerukunan antar umat beragama, dirinya tekankan agar  semua pihak senantiasa menanamkan nilai-nilai persaudaraan diantara sesama umat beragama. Perbedaan yang ada sebutnya dengan demikian akan dapat kita hindari.

Kegiatan ditutup dengan doa yang di bacakan oleh H.M Usman KS, Ketua MUI Kab. Flotim.Tampak hadir dalam kegiatan ini  ketua DPRD Flotim, Yoseph Sani Bethan, ST Wakapolres Flotim  Kompol I Ketut Perten serta 20 orang tokoh agama se Kabupaten Flotim. 
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: