KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Kondisi kerusakan hutan yang terus bertambah luas di Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat aksi perambahan dan pembalakan liar oleh masyarakat maupun oknum pengusaha membuat pemerintah Provinsi geram dan merasa prihatin.


"Terjadinya pembalakan liar, selain karena murni merupakan tindakan kejahatan, juga karena masih minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat sekitar kawasan hutan, akan pentingnya menjaga kelestarian hutan bagi kehidupan" kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Kamis (22/9/2016).

Untuk itulah, dalam upaya mencegah dan memberantas mafia ilegal logging di sejumlah kawasan hutan NTB, selain langkah hukum, upaya memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat juga penting dilakukan.

Upaya tersebut penting dilakukan, supaya masyarakat bisa memahami fungsi dan manfaat menjaga kelestarian hutan bagi kelangsungan hidup, mengingat sebgai masyarakat melakukan pembalakan liar karena tidak tahu dampak yang akan ditimbulkan.

"Sebagian masyarakat biasa terkadaang asal menebang pohon di kawasan hutan, untuk dijadikan ladang tempat bercocok tanam, tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan" pungkasnya.

Ia juga meminta kepada aparat hukum supaya tidak saja menangkapi masyarakat pelaku pembalakan liar atau ilegal logging, tapi juga menangkap dan mengadili pengusaha atau otak besar dibalik aksi ilegal logging.

Upaya mengembalikan kelestarian hutan lain dengan melakukan penanaman kembali pada lahan yang gundul dengan melibatkan peran serta masyarakat dan kelompok masyarakat, aktivis lain yang peduli terhadap lingkungan dan kelestarian hutan.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: