JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Ketahanan pangan memiliki peran strategis bagi Pemerintah baik nasional maupun daerah. Selain itu, ketahanan pangan yang memenuhi gizi seimbang juga sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Karenanya, berbagai upaya dilakukan guna menjamin ketersediaan pangan, utamanya bahan pangan lokal.

Wagub DIY, Sri Paduka PA X, meninjau salah satu stand pameran
Namun, dalam upaya terjaminnya ketahanan dan ketersediaan pangan tersebut masih ditemui berbagai tantangan. Antara lain, fluktuasi harga pangan yang tidak tentu yang disebabkan oleh faktor pasokan, distribusi dan jumlah kebutuhan masyarakat. Untuk mengatasi berbagai tantangan itu, Pemerintah telah melakukan terobosan berupa kegiatan pengembangan usaha pangan strategis, salah satunya melalui Toko Tani Indonesia (TTI).

Diharapkan, secara tidak langsung TTI bisa berperan mengatasi rendahnya harga pangan di saat panen raya, dan tingginya harga di saat peceklik dan di saat hari-hari besar keagamaan. Demikian, disampaikan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan pembukaan pameran produk pangan lokal dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2016, di Komplek Kantor Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan (BKPP) DI Yogyakarta, Jumat (2/9/2016).

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paku Alam X itu, Sultan juga menyatakan, karena peran strategisnya tersebut ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan nasional. Sementara dalam rangka lebih memantapkan ketahanan pangan, perlu adanya gerakan keaneka-ragaman konsumsi pangan lokal yang beragam (selain beras) dan memenuhi kualitas gizi seimbang, serta memenuhi kebutuhan gizi untuk hidup sehat, aktif dan produktif.

Salah satu stand peserta pameran produk pangan lokal
Tingkat keberagaman konsumsi pangan masyarakat, kata Sultan, bisa dilihat dari indikator Pola Pangan Harapan (PPH) dengan nilai 100. Ada pun pencapaian PPH di DI Yogyakarta, menurut Sultan, hingga Triwulan I Tahun 2016 ini mencapai nilai 83,7 yang berarti implementasi pengembangan keberagaman pangan masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, Sultan mengatakan, pameran produk lokal dan penyelenggaraan lomba cipta menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) 2016, sangat tepat dilakukan sebagai upaya sosialisasi promosi dan penyebaran informasi serta edukasi kepada masyarakat luas tentang pola makan beragam, aman, sehat dan berbasis kepada bahan pangan lokal dengan harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat.

Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-36 Tahun 2016 yang digelar BKPP DI Yogyakarta, disertai pameran beragam produk pangan lokal seperti jagung, ketela, dan berbagai jenis palawija lainnya. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: