SENIN, 26 SEPTEMBER 2016

JAKARTA--- Sekertaris Jenderal (Sekjend) Asosiasi Perusahaan Pengeboran Minyak Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI) Dharmin Pilliang mengeluhkan sikap para kontraktor yang tergabung dalam Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang menunggak utang di sejumlah perusahaan pengeboran gas bumi Indonesia.


"Public Sharing Contract (PSC) yang tergabung dalam KKKS menunggak utang kepada kami sebesar 300 juta Dollar,"ujar Darmin dalam diskusi 'Revisi UU Migas di lantai 16, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/09/2016).

Disebutkan, utang yang dilakukan sejumlah PSC bahkan sudah berlangsung lama.

"Utang itu berlangsung tahunan, utang ini terjadi dengan PSC yang tidak terlalu besar sebenarnya," ujarnya

Dalam hal tersebut, pihaknya berharap agar pemerintah segera menyikapi persoalan ini untuk diselesaikan.

"Pemerintah mesti turun tangan untuk menangani hal ini," imbuhnya

Dijelaskan, jika tidak ada intervensi pemerintah dan regulator yang jelas untuk menindaklanjuti maka pihaknya diambang kehancuran.

"Ditambah lagi dengan adanya kevacuman hukum pasca putusan MK 2012 lalu, APMI tak bisa menagih utang-utang pada KKKS,"tegasnya.
[Adista Pattisahusiwa]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: