SENIN, 19 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Maraknya kasus kebakaran di wilayah Solo Raya, mendorong sejumlah pihak melakukan antisipasi. Salah satunya yang dilakukan Makodim 0735 Solo, yang beberapa waktu lalu Markas TNI AD nyaris terbakar,  karena kabel listrik di atap mengalami konsleting.


Namun pelatihan pemadaman api yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo dengan kerjasama dengan Kodim ini tidak hanya untuk para prajurit. Bahkan yang ditekankan dalam pelatihan dan simulasi pemadaman kebakaran ini adalah para ibu tentara yang sering berada di rumah.

“Kenapa kita tekankan Ibu-ibu yang tergabung dalam persatuan istri tentara, karena mereka yang sering berada di rumah saat kita tugas di luar. Dengan memberikan bekal yang mudah dipahami, kita yakin ibu-ibu bisa lebih awal untuk memadamkan titik api,” ungkap Komandan Kodim 0735 Solo, Letkol Infantri Prasetya kepada awak media, Senin (19/9/2016).

Pelatihan sekaligus simulasi kebakaran ini, mulai dari teori hingga praktek pemadaman dengan menggunakan peralatan sederhana,  hingga modern. Pelatihan pemadaman api sendiri diikuti ratusan anggota Persit. 

“Ada ibu bhayangkari, dharma wanita, dan ibu-BUPKK. semuanya diundang untuk hadir agar bisa turut serta mempraktekan cara memadamkan api yang benar tanpa panik,” terkan Dandim.

Dalam simulasi ini, petugas BPBD memberikan trik terbaik  bagi kaum hawa untuk bisa memadamkan api secara cepat dengan alat sederhana. Yakni dengan menggunakan karung atau sarung basah. Cara  itu dinilai sangat efektif,  untuk ibu rumah tangga  untuk memdamkan api saat terjadi kebakaran. 

“Dengan catatan titik api masih kecil. Jika api sudah besar jelas pemadaman dengan sarung atau karung basah sudah tidak bisa dilakukan,” tambahnya.

Hal yang harus diperhatikan bagi kaum ibu saat  terjadi kebakaran adalah untuk  tidak panik. Sebab, jika kaum ibu sudah panik melihat api, maka pemadaman api akan terkendala. 

“Kita harus memperhatikan arah angin jangan sampai berlawanan arah dengan angin bertiup. Ibu-ibu harus tetap tenang dan fokus untuk memadamkan api,” imbuh Dandim.


Misalnya ada api muncul dari wajan penggorengan, ibu-ibu disarankan untuk tidak menyiramnya dengan air. Sebab jika disiram dengan air,  api justru dapat dengan cepat menyebar terbawa air. 

“Ini juga harus diketahui bagi ibu-ibu agar lebih mengetahui apa yang harus dilakukan. Jangan sampai upaya kita untuk memadamkan justru semakin memperbesar api,” tandasnya.

Dalam simulasi ini, para ibu –ibu ini juga diberi pengetahuan tetang cara penggunaan alat pemadan kebakaran (apar). Para peserta simulasi ini nampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di halaman Makodim Solo tersebut.
[Harun Alrosid]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: