SABTU, 3 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Komisi IV DPR RI tengah berupaya mengembangkan hutan tanaman rakyat yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya keluhan dari daerah-daerah yang mempunyai dana reboisasi namun takut untuk menggunakan hingga tidak digunakan untuk apa-apa. 


"Ini banyak daerah yang punya dana untuk reboisasi tapi takut menggunakannya. Satu daerah ada yang hingga milliaran rupiah. Karena takut dananya jadi ngendon tidak terpakai," ujar Ketua Komisi IV Daniel Johan dalam kunjungan di Balai Persemaian di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu sore (3/916). 

Menurut Daniel, setelah melihat di Balai Persemian, pengembangan hutan tanaman rakyat dapat memanfaatkan ketersediaan tanaman, khususnya tanaman keras untuk hutan. 


"Kalau bisa memanfaatkan bibit dari persemain ini alangkah baiknya. Ini yang akan kita dorong ke daerah-daerah yang mempunyai dana reboisasi agar memanfaatkan untuk persemaian," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Balai Persemaian DAS Solo, Misran mengatakan, balai ini sudah dibangun pada 2011. Sejauh ini, setiap tahun balai dapat memproduksi 11 juta bibit. Untuk pendistribusinya adalah untuk diberikan kepada masyarakat. 


"Bibit yang kita hasilkan diberikan kepada masyarakat tapi dengan proposal. Warga perorangan yang datang juga kita kasih 10 bibit," ungkapnya. 

Ditambahkan Misran, untuk di Balai Persemaian ini selain fokus pada pembibitan juga memberikan fasilitas bagi edukasi siswa. Yakni memberikan sarana untuk siswa untuk belajar mengenal tanaman. 

"Kita disini juga untuk edukasi siswa untuk mengenal lebih dalam tentang tanaman dan bagaiaman persemaian," imbuhnya. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: