KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Jawa Barat sudah hampir memastikan diri sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, itu setelah perolehan medali yang didapat tuan rumah sangat berbeda dengan posisi dua dan tiga klasemen sementara. 


Dimana Jawa Barat sudah mengoleksi 216 emas, 154 perak, dan 158 perunggu. Sedangkan posisi kedua yang ditempati Jawa Timur (Jatim) memperoleh 132 emas, 136 perak, dan 131 perunggu.

Untuk posisi ketiga dihuni DKI Jakarta dengan torehan medali 128 emas, 125 perak, dan 116 perunggu. Perbedaan mencolok kembali terlihat di peringkat keempat sampai 34. 

Sementara nasib kurang beruntung diderita Sulawesi Tengah (Sulteng), Bengkulu, dan Sulawesi Barat (Sulbar) yang tidak meraih satu pun medali emas.

Sulteng hanya meraih tiga perak dan tujuh perunggu. Bengkulu hanya meraih dua perak dan dua perunggu. Terakhir, Sulbar hanya meraih satu perunggu.

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengatakan, Jawa Barat berhasil melakukan pembinaan atlet dengan baik. Pasalnya, raihan prestasi yang didapat tuan rumah kali ini bukan melalui proses yang instan, melainkan dengan persiapan yang cukup matang.

"Perlu kita sadar, membangun olahraga yang berprestasi itu tidak bisa dilakukan dalam empat tahun. Tapi harus terstruktur dan berkelanjutan" kata Tono di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu (28/9/2016).

Untuk melakukan pembinaan atlet, perlu campur tangan pemerintah. Dalam artian ada kebijakan tertentu yang dapat mendukung terwujudnya prestasi atlet dan cabang olahraga.

"Kedua adalah sarana dan prasarana. Apa yang dilakukan Jabar dan lain-lain itu bisa kita rasakan, Jabar membangun sarana dan prasarana yang luar biasa, yang tidak ada pun menjadi ada" jelasnya.

Ketiga kata Tono, dari segi anggaran. Besarnya alokasi anggaran dari APBD masing-masing jadi faktor penunjang untuk lahirnya prestasi.
(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: