MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Beberapa lokasi wisata di Kabupaten Lampung Selatan banyak menyajikan konsep wisata alam yang menawarkan keindahan alam pantai, pegunungan dan hutan. Salah satu kawasan wisata yang dikembangkan oleh salah satu pemilik usaha sektor wisata diantaranya dimiliki oleh Grand Elty yang dikelola oleh Krakatoa Nirwana Resort yang memiliki beberapa kawasan wisata bahari berupa pantai-pantai yang memanjang di sepanjang wilayah Merak Belantung Kecamatan Kalianda. 


Meski memiliki wisata alam yang bisa dinikmati pengunjung namun untuk kawasasan wisata Grand Elty memiliki kawasan khusus untuk pengembangan hutan mangrove, danau, pantai serta kawasan wisata dengan konsep hutan atau agroforestry park.

Menurut salah satu pengelola, Ibrahim, kawasan Krakatoa Nirwana Resort merupakan  kawasan resor terintegrasi dengan luas sekitar 350 hektar yang dikembangkan oleh Bakrieland unit usaha hotels dan resorts dan berlokasi di Kalianda. Beberapa pantai yang dimiliki diantaranya Pantai Grand Elty, Pantai Bagus, Pantai Embe dan dalam waktu dekat menurutnya ada beberapa pantai yang akan dikelola oleh Grand Elty dan saat ini masih dikelola oleh masyarakat.

"Kawasan wisata yang dikembangkan rata rata merupakan kawasan wisata alam dan bukan buatan tetapi dengan konsep pengembangan dilakukan penataan serta menjaga keasrian yang sudah ada serta memperbaiki ekosistem yang sudah mulai rusak diantaranya tanaman hutan bakau atau mangrove" ungkap Ibrahim saat ditemui Cendana News di pantai Embe, Minggu (25/9/2016).

Pengunjung di kawasan wisata tersebut tersebut diantaranya memiliki kesempatan ntuk melakukan penanaman di sekitar kawasan konservasi terutama pengunjung kelompok yang memiliki minat khusus pada bidang konservasi. Tak mengherankan kawasan wisata tersebut diminati mahasiswa kehutanan dan pecinta alam karena selain bisa menikmati keindahan alam para wisatawan sekligus bisa melakukan penanaman di sekitar hutan konservasi yang dilengkapi dengan danau.

Konsep kawasan wisata yang dipadukan dengan konservasi alam tersebut digagas oleh Grand Elty dan Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) wilayah Lampung dengan ketuanya Ir.Sutono,MM yang kini menjabat sebagai Plt. Sekdaprov Lampung. Menurut Sutono pengembangan kawasan agroforestry park atau arboretrum tersebut merupakan konsep bahwa wisata tidak melulu menikmati keindahan alam saat ini melainkan warisan bagi anak cucu dan salah satu jalannya dengan cara menanam.

Secara khusus kawasan konservasi dibuat di dekat kawasan wisata Grand Elty dengan spesifikasi berbagai tanaman langka yang sudah jarang dikembangkan masyarakat. Beberapa tanaman langka sengaja ditanam kembali karena sudah sedikit masyarakat yang menanam tanaman tersebut dan lebih banyak orang melakukan penebangan kayu dibandingkan menanam.

"Kita sudah melakukan penanaman berbagai jenis tanaman langka di lahans eluas 30 hektar lebih dan ini menjadi percontohan untuk selanjutnya dikembangkan lagi dan sebagian sudah ada yang menambah dengan kawasan konservasi mangrove di luar agroforestry park" ungkap Sutono.

Konsep agroforestry Park diakuinya meniru konsep kebun raya yang ada di Bogor serta kebun raya lainnya. Dalam satu kawasan akan dijumpai berbagai jenis tanaman terutama tanaman yang sudah hampir punah dan langka. Agroforestry merupakan gabungan ilmu kehutanan dan egronomi yang memadukan usaha kehutanan dengan usaha tanaman produksi untuk menciptakan keselarasan antara interaksi pertanian dan pelestarian hutan.

Agroforestry pertama di Lampung tersebut diantaranya sudah ditanami tanaman pangan dan umbi umbian, hortikultura, bunga bungaan, tanaman perkebunan, tanaman hutan jenis kayu langka, jati, sengon, buah buahan dan singkong.


Wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam Grand Elty bahkan selain bisa menikmati kawasan konservasi dengan melihat berbagai jenis tanaman mangrove, tanaman hutan lain juga bisa menikmati keindahan alam pantai yang meyajikan hamparan pasir putih. Selain itu beberapa permainan dapat dilakukan di sekitar pantai diantaranya berkanoe atau menyusuri kawasan sungai yang dipenuhi tanaman bakau.

Selain memiliki keunggulan dalam manjaga kawasan konservasi yang menyatu dengan tempat wisata, lokasi wisata di sepanjang kawasan Grand Elty sangat ramai dikunjungi oleh para pengunjung terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Lokasi yang berada dekat dengan kota Bandarlampung dan sejumlah kabupaten ini menjadi lokasi favorit meski untuk masuk ke kawasan tersebut harus merogoh kocek sekitar Rp20ribu per pengunjung.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: