KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

MAUMERE --- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka sejak tahun 2014 belum mendapat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Kepala dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka, Heribertus Krispinus
Pasalnya, pengucuran bantuan dilakukan melalui lembaga koperasi bukan melalui kelompok seperti yang sebelumnya selalu dilakukan. Kebijakan ini otomatis menyebabkan DKP Sikka dan DKP lainnya di seluruh daerah di NTT tidak mendapat bantuan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka, Heribertus Krispinus saat ditemui Cendana News di kantornya Rabu (14/9/2016).

Dikatakan Heri sapaannya, bantuan saat ini semuanya harus melalui koperasi sehingga pihaknya harus membentuk koperasi-koperasi nelayan agar bisa mendapat bantuan dari KKP.

“Kelompok Usaha Bersama (KUB) kami sudah banyak terbentuk dan kami sedang menyiapkan 15 koperasi dimana saat ini sedang dibentuk kepengurusan,” ujarnya.

Ditambahkan Heri,bantuan diserahkan melalui koperasi berbasis KUB.Di kabupaten Sikka sambungnya, semua KUB sudah dikukuhkan sehingga akan lebih mudah membentuk lembaga koperasi.

Bantuan perahu bagi nelayan yang diberikan DKP Sikka tahun 2015
Koperasi yang sudah dibentuk tersebut sambungnya,tidak otomatis mendapatkan bantuan. Sayaratnya harus sudah berbadan hukum, ada NIK, sertifikat serta sudah 2 kali melakukan rapat anggota tahunan (RAT).

“Di NTT hampir semua tidak mendapatkan bantuan. Kami di Sikka yang koperasinya banyak dan besar juga belum terbentuk koperasi nelayan apalagi di daerah lain” ungkapnya.

Pembentukan koperasi lanjut Heri tidak mudah sebab semua KUB harus sepakat dahulu dan proses pemilihan pengurusnya pun terkadang sulit. Semuanya itu harus melalui proses.

“Tidak bisa serta merta membentuk koperasi, harus melalui proses. Ini yang membuat pembentukan koperasi agak lama. Sebab, jangan sampai setelah mendapat bantuan koperasinya bubar” terangnya.

Papar Heri, DKP Sikka juga mendapatkan pemotongan dana bagi penyuluh lapangan. Namun demikian pihaknya tetap menjalankan pekerjaan dengan baik dan penyuluh tetap turun ke KUB membantu proses pembentukan koperasi.

“Jika semuanya berjalan lancar,mudah-mudahan akhir tahun 2017 koperasi di Sikka sudah bisa diusulkan mendapatkan bantuan dari pusat” pungkasnya.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: