JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Seorang Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat bernama M. Santoso hari ini akan dimintai keterangan dan diperiksa sebagai saksi oleh pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dalam kasus perkara "jual beli" atau dagang berbagai kasus perkara yang saat ini sedang ditangani oleh PN Jakarta Pusat.

Yuyuk Andriati Iskak (kanan) PLH Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Sebelumnya diketahui bahwa pihak penyidik KPK telah mengamankan M. Santoso pada tanggal 30 Juni 2016, pada saat itu yang bersangkutan sedang naik ojek sepeda motor berangkat dari kawasan Matraman, Jakarta Pusat dengan tujuan Gedung PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selain mengamankan M. Santoso, KPK juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa uang tunai senilai 23 ribu Dolar Singapura (SGD) dan 3 Ribu SGD lainnya yang disimpan dalam amplop berwarna putih, sehingga total uang tunai yang disita KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut sebanyak 26 ribu SGD.

KPK menduga uang tersebut sebagai uang suap untuk "memuluskan" kasus perkara perdata PT. MMS antara PT. KTP yang sedang dalam proses persidangan di PN Jakarta Pusat. Uang suap tersebut diduga berasal dari pemberian seorang tersangka yang bernama Roul Adhitya Wiranatakusumah.

"Penyidik KPK akan memeriksa M. Santoso dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Roul Adhitya Wiranatakusumah, yang belakangan diketahui sebagai pihak pemberi uang suap terkait perkara dagang jual-beli perkara yang sedang dalam proses penanganan di PN Jakarta Pusat" demikian dikatakan Yuyuk Andriati Iskak, PLH Kabiro Humas KPK, Jumat siang (9/9/2016).
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: