JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Sugianto Kusuma alias Aguan, yang belakangan diketahui sebagai Bos PT. Agung Sedayu Group, salah satu pemik perusahaan pengembang perumahan dan apartemen akhirnya bisa "bernafas lega" setelah masa pencekalan dan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap dirinya akan berakhir pada tanggal 1 Oktober 2016 besok, Sabtu (1/10/2016).

Yuyuk Andriati Iskak, PLH Kabiro Humas KPK di Gedung KPK Jakarta
Komisi Pemberatansan Korupsi (KPK) tampaknya sudah tidak lagi berminat memperpanjang masa pencekalan atau pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Sugianto Kususma alias Aguan. Sebelumnya diketahui bahwa Sugianto Kusuma alias Aguan adalah termasuk salah satu saksi yang ikut diperiksa KPK dalam kasus perkara suap terkait dengan pembahasan Reklamasi Teluk Jakarta.

Dengan alasan KPK masih membutuhkan keterangan dan kesaksian Sugianto Kuisma alias Aguan dalam proses penyelidikan terkait perkara kasus suap pembahasan Reklamasi Teluk Jakarta tersebut, maka kemudian KPK langsung mengirimkan surat permohonan pencekalan dan pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi kepada Sugianto Kusuma alias Aguan selama 6 bulan lamanya.

Dengan demikian terhitung efektif sejak tanggal 1 April 2016 hingga tanggal 1 Oktober 2016, Sugianto Kusuma alias Aguan termasuk salah satu warga Indonesia yang berada di dalam daftar pencekalan dan pencegahan bepergian ke Laura negeri, sehingga yang bersangkutan tidak bisa melakukan perjalanan ke luar negeri selama 6 bulan lamanya.

"Masa pencekalan atau pencegahan larangan bepergian ke luar negeri kepada Sugianto Kusuma alias Aguan akan berakhir pada hari Sabtu, (1/10/2016), dimana KPK dipastikan tidak akan memperpanjang masa pencekalan dan pencegahannya bepergian ke luar negeri kepada yang bersangkutan, dengan demikian dirinya sudah bisa bepergian ke luar negeri seperti biasanya mulai tanggal 2 Oktober 2016 dan seterusnya" demikian dikatakan Yuyuk Andriati Iskak, PLH Kabiro Humas KPK di Gedung KPK Jakarta, Jumat siang (30/9/2016).

Yuyuk Andriati mengatakan "Sugianto Kusuma alias Aguan sebelumnya memang sempat dimasukkan dalam daftar pencekalan dan pencegahan bepergian keluar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi atas permohonan secara resmi dari KPK, hal tersebut dilakukan karena KPK mengganggap masih memerlukan keterangan dan kesaksian yang bersangkutan untuk kepentingan penyelidikan dalam kasus perkara suap terkait dengan pembahasan rencana Reklamasi Teluk Jakarta atau Pantai Utara Jakarta" katanya kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: