JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Keberadaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik dalam pemilihan umum kepala daerah, Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden, memiliki peran strategis di tengah masyarakat, peserta Pemilu termasuk Partai Politik.


hal tersebut disampaikan Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari saat meresmikan Rumah Pemilu dan Sekolah Pemilu bagi berbagai komunitas di kantor KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jum'at (16/9/2016).

"Karena itulah, dalam bekerja menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara Pemilu, senantiasa diminta menjunjung tinggi profesionalitas, netralitas dan indepensinya, KPU jangan sampai menjadi sumber konflik, tapi bisa menjadi juru damai bagi yang berkonflik" kata Hasyim

Untuk menghindari hal tersebut, selain menjaga independensi sebagai penyelenggara Pemilu, KPU juga diharapkan bisa menjadi sumber informasi bagi semua pihak yang berkepentingan, dengan memberikan informasi yang tepat dan akurat

Dikatakan, diresmikannya Rumah Pemilu diharapkan bisa terus memudahkan bagi msyarakat untuk mendapatkan informasi dibutuhkan sebagai sumber pengetahuan bagi semua kalangan, supaya masyarakat bisa semakin cerdas dan tercerahkan

"Demi mewujudkan hal tersebut, Semua anggota KPU terlebih dahulu harus memiliki pemhaman dan pengetahuan mendalam, supaya ketika dibutuhkan bisa dengan cepat memberikan layanan kepada masyarakat" katanya

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin meminta kepada KPU NTB untuk tidak mengeluarkan regulasi yang bisa menimbulkan multi tafsir di tengah masyarakat, karena hal tersebut juga akan bisa menjadi sumber konflik dalam setiap Pemilu, terutama Pemilukada

"Selain regulasi dan pengetahuan, juga diperlukan kesiapan mental dari semua penyelenggara Pemilu, terutama dalam menghadapi pemilu 2018, menghadapi masyarakat, berbagi bentuk dinamika, tantangan, rintangan dan godaan di tengah masyarkat" pungkasnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: