KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Kualitas tembakau sawah yang dinilai kurang baik membuat pangsa pasar tembakau kurang diminati. Hal itu terbukti ketika salah satu gudang pembelian tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, enggan membeli tembakau hasil lahan persawahan, karena kualitas tanaman tersebut tidak sesuai yang diharapkan, sehingga para pembeli memilih tembakau hasil daerah pegunungan.


Dengan lemahnya pangsa pasar tembakau sawah membuat para petani di ujung timur Pulau terpaksa harus gigit jari, karena tanaman yang selama ini sudah ia rawat rupanya tidak memiliki pangsa pasar yang menjanjikan, sebab gudang yang biasa membeli tembakau enggan membelinya. Padahal di daerah ini masih banyak petani yang menanam tembakau di lahan persawahan, itupun mereka sudah mengeluarkan biaya modal yang cukup besar untuk menyewa lahan.

“Kita memang dari awal tidak tembakau jenis sawah, jadi yang dibeli tembakau jenis tegal dan gunung. Karena kualitasnya lebih bagus tembakau jenis gunung dan tegal, itupun bukan hanya pada musim kali ini saja, tetapi sejak gudang ini beli tembakau, memang tidak mau dengan tembakau sawah,” kata Freddy Kustianto, Wakil Kuasa Pembelian Tembakau PT. Gudang Garam di Kabupaten Sumenep, Kamis (22/9/2016).

Disebutkan, kualitas tembakau sawah memang kalah dengan kwalitas tembakau tegal dan pegunungan, sehingga pihaknya sama sekali tidak membeli tembakau jenis sawah tersebut. Tetapi pada musim kali ini, kwalitas tembakau kurang baik, hal itu diakibatkan dengan kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan dibandingkan dengan musim tanam tembakau tahun sebelumnya.

“Jika kondisi musim kemarau basah seperti ini, kualitas tembakau kurang baik, karena hujan turun tidak menentu, sehingga mempengaruhi terhadap kualitas tembakau. Kalau kita kan memang beli tembakau tegal dan pegunungan saja, untuk tembakau sawah tidak membelinya,” jelasnya.


Pada musim kali ini rendahnya kualitas tembakau tidak berpengaruh terhadap menurunnya harga, bahkan harga tersebut masih tinggi dibandingkan keberadaan kualitas tembakau. Sebab saat ini yang kualitasnya kurang baik harganya masih dikisaran antara Rp.25.000 – Rp.43.000 per Kilo gram, sehingga itu akan menjadi berkah tersendiri bagi petani.
[M. Fahrul]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: