RABU, 28 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Jatuhnya sampah antariksa yang menggegerkan warga Pulau Gili Raja dan Pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur merupakan yang keempat kali terjadi di Negara Indonesia. Hal itu diketahui berdasarkan catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah terjadi di beberapa daerah sejak beberapa tahun silam.


Kejadian jatuhnya sampah antariksa tersebut bukan hanya di satu daerah saja, melainkan diantara beberapa daerah tersebut berbeda provinsi, namun sayang untuk memastikan tempat dan kapan jatuhnya sampah antariksa itu belum ada metode yang cukup akurat untuk melakukan prediksi. Sebenarnya di luar angkasa cukup banyak benda semacam itu yang merupakan sisa-sisa roket serta peluncur satelit.

“Jadi menurut catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan ada barang sisanya yang kami simpan tiga sebelumnya, diantaranya pada tahun1981 kejadian di Gorontalo, yaitu ada pecahan roket, kemudian tahun 1988 di Lampung dan 2003 di Bengkulu. Sedangkan ke empat kalinya yaitu di daerah ini,” kata kata Rhorom Priyatikanto, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Rabu (28/9/2016).

Disebutkan, selama ini jatuhnya sampah antariksa itu memang jarang terjadi di tempat pemukiman warga, sehingga sampah-sampah luar angkasa tersebut seringkali jatuh dilaut yang tidak mudah diketahui. Itupun dari beberapa tahun silam benda sama yang jatuh ke pemukiman penduduk masih terhitung sedikit dibandingkan dengan banyaknya sampah antariksa yang ada.


“Benda antariksa yang jatuh itu relatif jarang, kemudian profabilitasnya kena daerah berpenghuni kurang dari 40 persen bahkan barangkali kurang dari 30 persen. Karena dilihat dari permukaan bumi sebagian besar lautan, sehingga tidak lagi perlu khawatir,” jelasnya.

Maka dari itu, jatuhnya sampah antariksa yang terjadi di daerah ujung timur Pulau Madura ini merupakan yang ke empat. Itupun dengan jarak waktu cukup dari kejadian sebelumnya yang ada di Negara Indonesia. 
[M. Fahrul]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: