JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Terkait surat edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada saat Libur panjang Hari Raya Idhul Adha 2016/1437 H ratusan truk ekspedisi terutama pengangkut non sembako terus memadati Pelabuhan Bakauheni. Kedatangan truk dari beberapa wilayah di Pulau Sumatera tersebut merupakan dampak dari surat edaran Kemenhub sehingga para pengemudi truk non sembako memilih perjalanan sebelum aturan diberlakukan pada pukul 00.00 WIB (9/9) dini hari.


Salah seorang sopir truk eskpedisi pengangkut barang barang rongsokan, Hutabarat (30) mengaku sengaja melakukan perjalanan saat belum diberlakukan larangan truk non sembako melintas. Sebab dirinya berharap sampai di tempat tujuan sebelum pelarangan diberlakukan, terutama pengiriman dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Sementara truk-truk pengangkut kebutuhan pokok berupa bahan pokok dan sayuran masih tetap diperbolehkan melintas melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

“Kita mengejar waktu agar truk yang kita kemudikan sudah sampai di Pulau Jawa sebelum tengah malam nanti karena pasti akan dilarang dan justru terkena denda dan sanksi,”ungkap Hutabarat saat ditemui Cendana News di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Kamis malam (8/9/2016).

Sebelumnya berdasarkan informasi, Kementerian Perhubungan menerbitkan surat edaran tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada saat Libur panjang Hari Raya Idul Adha 2016/1437 H.

Surat edaran ini akan diberlakukan mulai 9 September 2016 pukul 00.00 WIB sampai 12 September 2016 pukul 24.00 WIB, seperti yang disampaikan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Deny Irawan, mengutip pernyataan Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menurut Deni Irawan, pelarangan kendaraan angkutan barang meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, kereta gandengan, kendaraan kontainer serta kendaraan pengangkut barang lebih dari dua sumbu. Dinas Perhubungan Lampung Selatan yang berada di ujung Selatan Pulau Sumatera menurut Deni ikut terlibat dalam mengawasi pelarangan tersebut dan sudah menyiagakan personelnya di beberapa titik untuk memantau truk yang masuk kategori dilarang melintas.

Berdasarkan surat edaran Kemenhub pelarangan pengoperasiaan kendaraan angkutan barang berlaku pada jalan nasional (jalan tol dan jalan non tol) serta jalur wisata di delapan Provinsi yaitu Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

Untuk truk pengangkut bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui darat dalam surat Edaran ini diberikan prioritas terutama pengangkut sayuran serta bahan makanan lainnya. Pengemudi truk yang nekat melanggar akan didenda paling banyak Rp250ribu atau kurungan satu bulan penjara.

Adanya surat edaran tersebut mengakibatkan jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni melonjak sekitar 50 persen dibanding hari biasa. Kondisi tersebut dibenarkan manager operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni, Yefri Hendri, menurutnya arus penyeberangan khusus truk terus mengalami peningkatan selama sepekan ini dan dipastikan akan terus meningkat saat sore hari sebelum pelarangan diberlakukan.

"Sudah sejak semalam truk yang akan menyeberang intensitasnya naik dan ini pengaruh dari akan adanya pelarangan truk yang diberlakukan mulai dini hari nanti," terang Yefri Hendri.

Pantauan media Cendana News, truk-truk ekspedisi pengangkut barang non sembako terlihat mengantri di tollgate pembelian tiket kendaraan terutama kendaraan pengangkut barang non sembako. Antrian truk pengangkut non sembako bahkan sempat memanjang hingga pos pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pulau Jawa.


Sebelum pelarangan diberlakukan terlihat ratusan kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, kereta gandengan, kendaraan kontainer serta kendaraan pengangkut barang lebih dari dua sumbu masih melintas dan membeli tiket untuk menyeberang ke Pulau Jawa.

Meski cukup padat pemeriksaan narkoba dan barang terlarang tetap dilakukan secara rutin oleh petugas dari Sat Narkoba Polres Lampung Selatan dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni di area Seaport Interdiction.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: