JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Hadapi Liburan panjang akhir pekan dan perayaan hari raya Idhul Adha 2016 (1437 H) satuan polisi lalu lintas Polres Lampung Selatan lakukan antisipasi dengan menyiagakan personil di sejumlah titik tempat wisata di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran. Sejumlah tempat wisata yang ada di dua kabupaten tersebut menurut Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto disiagakan personil polisi lalu lintas untuk memantau titik-titik kemacetan di titik kemacetan daerah wisata tersebut.


Menurut AKP Mubiarto,sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran yang diprediksi menjadi titik kemacetan lalu lintas dan pergerakan masyarakat diantaranya lokasi wisata bahari Pantai Sari Ringgung, Pantai Pasir Putih, Pantai Mutun dan sejumlah tempat wisata.

“Antisipasi sejumlah titik tempat wisata terutama untuk aspek keamanan terutama liburan panjang akhir pekan yang disambung dengan hari raya Idhul Adha tahun 2016” ungkap AKP Mubiarto saat ditemui Cendana News seusai apel pasukan kesiapan liburan akhir pekan dan Idhul Adha 2016 (1437 H).

AKP Mubiarto mengungkapkan persiapan hadapi arus liburan dan Idhul Adha 2016 (1437 H) pihaknya juga mengantisipasi titik kemacetan di pintu masuk dan pintu keluar Pelabuhan Bakauheni yang memiliki potensi kemacetan dengan adanya pergerakan masyarakat yang akan merayakan hari raya Idhul Adha 2016 (1437 H) di Pulau Sumatera.


Sementara itu pantauan Cendana News sejak dini hari di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sejumlah kendaraan truk yang dilarang melintas sudah tidak terlihat memasuki Pelabuhan Bakauheni paska diberlakukannya surat edaran Nomor SE.15/AJ.201/DRJD/2016 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Surat edaran ini akan diberlakukan mulai 9 September 2016 pukul 00.00 WIB sampai 12 September 2016 pukul 24.00 WIB, demikian diungkapkan oleh Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Deny Irawan, mengutip pernyataan Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menurut Deni Irawan, pelarangan kendaraan angkutan barang meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, kereta gandengan, kendaraan kontainer serta kendaraan pengangkut barang lebih dari dua sumbu. Dinas Perhubungan Lampung Selatan yang berada di ujung Selatan Pulau Sumatera menurut Deni ikut terlibat dalam mengawasi pelarangan tersebut dan sudah menyiagakan personelnya di beberapa titik untuk memantau truk yang masuk kategori dilarang melintas.


Berdasarkan surat edaran Kemenhub pelarangan pengoperasiaan kendaraan angkutan barang berlaku pada jalan nasional (jalan tol dan jalan non tol) serta jalur wisata di delapan Provinsi yaitu Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

Untuk truk pengangkut bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui darat dalam surat Edaran ini diberikan prioritas terutama pengangkut sayuran serta bahan makanan lainnya. Pengemudi truk yang nekat melanggar akan didenda paling banyak Rp250ribu atau kurungan satu bulan penjara.

Adanya surat edaran tersebut mengakibatkan jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni melonjak sekitar 50 persen dibanding hari biasa. Kondisi tersebut dibenarkan manager operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni, Yefri Hendri, menurutnya arus penyeberangan khusus truk terus mengalami peningkatan selama sepekan ini dan dipastikan akan terus meningkat saat sore hari sebelum pelarangan diberlakukan.

"Sudah sejak semalam truk yang akan menyeberang intensitasnya naik dan ini pengaruh dari akan adanya pelarangan truk yang diberlakukan mulai dini hari nanti," terang Yefri Hendri.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: