MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

ACEH --- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Wilayah Aceh, menggelar diskusi terkait Pilkada 2017. Salah satu yang didiskusikan terkait minimnya kaum perempuan di Aceh muncul dalam pesta demokrasi tersebut.


Diskusi tersebut digelar di salah satu warung kopi di Lhokseumawe, Aceh, kemarin, Sabtu (10/9/2016), sejak pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut pihak LPPM menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi sebagai narasumber.

Amatan Cendana News, hadir dalam kegiatan diskusi tersebut diantaranya adalah Sosiolog Unimal, Dr. Nirzalin. Kemudian dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP) Unimal, Cut Sukmawati, Dr. Nazaruddin, dan Kamarudidin.

Sementara kalangan praktisi, dihadiri oleh aktivis perempuan sekaligus salah seorang pengacara, Safwani SH. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh belasan mahasiswa dari Unimal, serta sejumlah komunitas yang ada di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Kegiatan diskusi yang diberi tema Pemilukada Aceh 2017 dalam perspektif Gender tersebut membahas sejumlah persoalan yang menyebabkan minimnya kaum perempuan pada Pilkada. Salah satu fokus diskusinya adalah terkait pemahaman kesetaraan gender.

“Berkaca pada masa lalu, Aceh juga pernah dipimpin oleh sejumlah perempuan seperti Laksamana Malahayati, Ratu Safiatuddin, dan sebagainya, namun kenapa sekarang justru kalangan perempuan justru sangat jarang bahkan hampir tidak ada (maju Pilkada),” ujar Safwani pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, kaum perempuan di Aceh bisa berkaca pada berbagai perempuan yang pernah menjadi pemimpin di Aceh. Jadi ia berharap, kedepan semakin banyak calon kepala daerah yang maju atau semakin banyak muncul tokoh-tokoh dari kalangan perempuan.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: