MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- Inilah Lumpia. Terbuat dari pisang rawa, terigu dan asam gula. Lumpia pisang dijadikan panganan ringan. Warga di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, membuat panganan lumpia ini untuk dijual kembali di pasaran.


Adalah Serinani Reginawati. Wanita berusia 33 tahun ini setiap harinya membuat panganan lumpia pisang. setiap hari, ia produksi lumpia dengan cara tradisional, yakni tepung diadon dicampur terigu dan asam gula. Itulah bahan dasar membuat lumpia pisang.

“Lumpia pisang ini banyak yang pesan setiap hari bisa ratusan jumlahnya,” tuturnya, mengawali cerita, Minggu, 25 September 2016.

Ia mengaku, hingga kewalahan menerima pesanan lumpia pisang. Selain jarang membuat lumpia pisang di Pontianak ini lah menjadi awal, ia memproduksinya.


“Karena kan tahunya selama ini di Pontianak hanya pisang goreng. Nah, saya berpikir bagaimana caranya membuat lumpia pisang. Ya berkat informasi juga yang saya baca dari buku” ucapnya.

Saat ini, ia menuturkan ratusan hingga ribuan lumpia pisang menyebar di sejumlah warung di Kota Pontianak. Bahkan, ia saat ini mempunyai tenaga kerja untuk mengantarkan lumpia pisang dan membuat lumpia pisang. 

“Ada 4 orang yang bekerja sama saya, mereka antarkan ke langganan warung. Satu lumpia Rp 4 ribu. 100 hingga 1000 lumpia saya buat tiap hari,” ujarnya.


Penghasilan yang ia dapatkan setiap bulannya belasan juta rupiah. Hasil itu ia dapatkan setiap minggu. “Seminggu sekali kita ambil lumpianya. Habis semua. Ya sebulan Rp 18 juta keuntungan bersih” ucapnya.

Dari hasil keuntungannya itu, ia tabung dan selebihnya ia gunakan guna menopang keluarga. Ia bersyukur, karena lumpia pisang ia produksi diterima masyarakat.

“Alhamdulillah. Lumpia pisang ini digemari,” ucapnya yang mengaku penghasilannya ada disisihkan untuk anak yatim piatu di wilayah ini. 
(Aceng Mukaram)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: