KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

KENDARI---Setelah mengalami tindak kekerasan usai aksi demonstrasi yang dilakukan di pertigaan kampus UHO (Universitas Halu Oleo), para mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Menggugat Rektor UHO melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Kendari. (Baca : Menggugat Rektor UHO, Tiga Demonstran Mengalami Luka Berat dan Sepuluh Lainnya Luka Ringan)



"OZ yang paling berat lukanya, karena dikena pas mata," jelas salah satu mahasiswa UHO tersebut disela-sela menunggu kendaraan yang akan mengantar mereka ke RS Bhayangkara Kendari guna dilakukan visum. 

Kepada Cendana News mereka (mahasiswa/demonstran) menjelaskan bahwa sebelum terjadi aksi pemukulan, ada sekelompok orang mendatangi demonstran lalu kemudian mengambil gambar. Demonstran tidak merasa ada yang janggal karena mengira mereka adalah awak media. 

Setelah melakukan pengambilan gambar, sekelompok orang tersebut pun meninggalkan lokasi. "Semula kami kira mereka adalah jurnalis maka kami tenang saja, bahkan beberapa dari kami sempat "bergaya" saat diambil gambar," ujar AB kepada Cendana News di halaman Polresta Kendari pada Kamis (22/9/2016). 

Tetapi diluar dugaan, ternyata usai mengambil gambar, mereka melakukan pemukulan terhadap pelaku demonstran yang akhirnya menyebabkan tiga orang mengalami luka berat dan sepuluh orang mengalami luka ringan. (Baca : Menggugat Rektor UHO, Tiga Demonstran Mengalami Luka Berat dan Sepuluh Lainnya Luka Ringan)

Salah satu orator (SP) membenarkan bahwa aksi yang semula berjalan damai akhirnya ricuh setelah ia menyinggung masalah kebijakan rektor dan menyebut adanya preman di kampus. Apa yang disampaikan oleh SP dibenarkan oleh OZ. 

"Setiap fakultas diback-up oleh preman, yang mana preman-preman itu ada juga yang berasal dari mahasiswa dan ada juga dari pihak luar," jelas OZ sambil memperlihatkan luka serius di bagian mata. 

Kepada Cendana News OZ menyampaikan bahwa kepalanya terasa pusing dan pandangannya kabur usai mengalami pemukulan yang dilakukan oleh "preman kampus" tersebut. Hal senada disampaikan oleh YP yang mengalami luka di bagian pipi dan pelipis, kepada Cendana News YP mengaku dihajar oleh dua orang yang menyerangnya di bagian wajah. 

"Saya harus berusaha untuk bisa lepas dari pukulan dan akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian," pungkasnya.  
Bagikan:

Sari Puspita Ayu

Berikan Komentar: